Pabrik Baterai Litium Dibangun di 2019

(RO/E-3)
02/12/2018 10:00
Pabrik Baterai Litium Dibangun di 2019
(ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

PEMERINTAH berkomitmen mendorong penggunaan mobil berbahan bakar listrik untuk mengurangi emisi dan ketergantungan atas bahan bakar minyak. Pada tahap awal, hal itu akan diimplementasikan dengan membangun pabrik baterai litium di Tanah Air.

“Komponen utama penentu ongkos produksi mobil listrik ialah baterai. Jika kita sudah bikin murah teknologinya, mobil listriknya bisa lebih murah,” ungkap Menko Maritim Luhut B Pandjaitan dalam coffee morning di Kantor Kemenko Bidang Kemaritiman, Jakarta, Jumat (30/11).

Menurut Luhut, Indonesia memiliki potensi besar untuk membuat baterai litium. Itu sebabnya pemerintah tidak ingin lagi mengekspor bijih nikel seperti yang pernah terjadi sebelumnya. “Sekarang kita enggak ingin ekspor lagi nikel. Kita berpuluh-puluh tahun mengekspor nikel, saat ini kita mau bikin di dalam negeri semua dengan turunannya.”

Komitmen pemerintah itu diimplementasikan dalam bentuk pemberian izin investasi bagi Tsingshan Group, perusahaan stainless steel asal Tiongkok, untuk memproduksi baterai litium di Morowali, Sulawesi Tengah. “Kita ingin jadi global player (pemain global), kita yang atur diri kita, bukan orang lain,” tegas Luhut.

Untuk proyek ini, kata dia, akan dilakukan peletakan batu pertama pada 11 Januari 2019. Soal tenaga kerja, dia menegaskan hanya mengizinkan investor menggunakan tenaga asing dari negara tersebut maksimal 4 tahun. “Namun, kami minta mereka juga harus bangun politeknik untuk menggantikan tenaga asing (mereka) itu,” kata Luhut.

Dia mencontohkan Kawasan Industri Terpadu Morowali yang memiliki politeknik dengan pengajar dari ITB dan praktik langsung di pabrik. “Untuk peneliti, kita juga minta untuk dilibatkan dalam produksi baterai litium agar ada transfer teknologi,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Menko Luhut juga menjelaskan prog-res pembangunan Kawasan Ekonomi dan Industri Terpadu Bekasi, Karawang, Purwakarta, atau biasa disebut KEIT Bekapur. Dalam waktu dekat, pihaknya bakal membawa rencana pembangunan salah satu kawasan strategis nasional tersebut dalam tahap rapat terbatas bersama dengan Presiden Joko Widodo.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya