Pembukaan Rute Internasional Akan Berdampak Positif bagi Daerah

Nur Aivanni
01/12/2018 16:59
Pembukaan Rute Internasional Akan Berdampak Positif bagi Daerah
(Medcom.id)

PEMBUKAAN rute penerbangan internasional baik di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka maupun Bandara Internasional Silangit di Tapanuli Utara, Sumatera Utara akan memberikan dampak yang positif bagi pemerintah daerah setempat. Pasalnya, turis yang datang akan menghidupkan sektor-sektor pariwisata di daerah tersebut.

"Pembukaan rute penerbangan internasional itu bagus," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (1/12).

Hanya saja, diakui Hariyadi, dampak positif pembukaan rute penerbangan internasional memang membutuhkan waktu. Menurutnya, waktu yang dibutuhkan sekitar enam bulan. Maka itu, perlu ada promosi yang gencar untuk memperkenalkan rute baru tersebut.

"Tapi dalam jangka menengah dan panjang, itu (pembukaan rute internasional) akan mendorong turis makin banyak yang masuk. Contoh, Vietnam. Dia ada 6 kota yang membuka penerbangan internasional. Dan itu mendorong pertumbuhan pariwisata sangat luar biasa," terangnya.

Menurut Hariyadi, maskapai penerbangan harus lebih gencar lagi untuk mempromosikasn rute penerbangan internasional tersebut. "Maskapai penerbangan yang lebih punya kemampuan untuk mempromosikan," katanya.

Jika banyak turis yang datang ke daerah tersebut, sambung Hariyadi, itu akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerahnya. Pasalnya, kedatangan turis ke daerah-daerah pariwisata bisa menumbuhkan usaha-usaha dari kalangan kelas menengah ke bawah, seperti halnya toko suvenir.

Secara terpisah, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Perhubungan Carmelita Hartoto pun menyambut positif dengan adanya rute penerbangan internasional tersebut. Hal itu, kata dia, bisa menarik turis mengunjungi tempat-tempat wisata menarik di daerah tersebut.

"Ini kan untuk menarik turis karena ada Danau Toba dan lainnya. Artinya kita juga harus membuka rute tersebut untuk airline asing. Tujuannya agar turis-turis itu bisa langsung terbang ke sana tidak lagi melalui Jakarta di mana Bandara di Jakarta sudah sangat penuh," katanya.

Maka itu, menurut Carmelita, dalam hal ini kementerian terkait harus bersinergi untuk mengoptimalkan potensi wisata yang ada di daerah tujuan. Menurutnya, pemerintah harus bisa menyiapkan fasilitas lainnya, selain fasilitas bandara, agar turis mau datang ke daerah tersebut.

"Jadi fasilitas Danau Toba harus dibenahi, harus siap seperti Bali misalnya rumah sakit, hotel, pelayanan dalam bahasa Inggris juga perlu disiapkan sama Kementerian Pariwisata. Jadi semua pihak harus kerja sama, bukan hanya Kementerian Perhubungan," pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya