The Fed Mulai Dovish, Rupiah Berpeluang Terus Menguat

Nur Aivanni
01/12/2018 11:35
The Fed Mulai Dovish, Rupiah Berpeluang Terus Menguat
(ANTARA/Zabur Karuru)

ASISTEN Deputi Moneter dan Neraca Pembayaran Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi mengatakan sinyal positif dari Federal Reserve atau Bank Sentral Amerika memberikan peluang bagi Rupiah untuk terus menguat.

Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell sebelumnya mengatakan bahwa suku bunga acuan sudah sangat dekat dengan posisi netral.

"Hawa positif dari The Fed bahwa Fed Fund Rate (FFR) sudah mendekati level normal menyiratkan sense dovish. Selain itu, harga minyak yang turun dan perkiraan membaiknya hubungan dagang AS-Tiongkok. Semua indikasi ini kuat mengarah The Fed tidak lagi agresif sehingga mulai ada kepastian di pasar global," katanya kepada Media Indonesia, Sabtu (1/12).

Jika kondisi perekonomian global terus menunjukkan indikasi yang positif tersebut, Edi memprediksi nilai tukar mata uang garuda terhadap dolar AS bisa terus menguat. Bahkan, kata dia, Rupiah bisa meninggalkan level Rp14.000 per dolar AS. 

"Minggu depan ini Rupiah masih akan menguat tipis. Indikasinya pasar forward Rupiah membaik. Pantauan dari bursa dan obligasi, arus (modal) masuk bertambah," terangnya.

 

Baca juga: Posisi Indonesia Penengah Perang Dagang

 

Edi mengakui bahwa tekanan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal dibandingkan faktor internal. Adapun untuk menjaga momentum penguatan Rupiah tersebut, jelas Edi, pemerintah terus mengendalikan perdagangn khususnya barang impor yang belum diperlukan saat ini.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong investasi masuk melalui pemberian fasilitas pajak dan kebijakan relaksasi daftar negatif investasi (DNI). Juga, kata dia, memaksa devisa hasil ekspor (DHE) masuk ke dalam sistem keuangan Indonesia.

Upaya jangka pendek pun terus dilakukan yakni dengan penerapan kebijakan mandatori B20. "Dari sisi moneter, Bank Indonesia sudah siap (transaksi) DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward) yang sepertinya cukup ampuh," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Rupiah kembali menunjukkan penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat. Di pasar spot pada Jumat (30/11), perdagangan mata uang garuda ini ditutup menguat 81 poin atau 0,56% ke angka Rp14.302 per dolar AS. 

Penguatan Rupiah tersebut juga terlihat dalam kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) di level Rp14.339 per dolar AS pada hari yang sama. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya