Kebijakan B20 Perlihatkan Hasil Positif

Andhika Prasetyo
30/11/2018 14:40
Kebijakan B20 Perlihatkan Hasil Positif
Buruh memuat tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di lahan perkebunan Merlung, Tanjungjabung Barat, Jambi, Minggu (29/10).(ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

PENERAPAN B20 atau biodiesel dengan komposisi percampuran minyak sawit 20% untuk sektor nonsubsidi atau non-public service obligations (PSO) sejak September 2018 sudah mulai menampak hasil positif.

Itu terlihat dari jumlah serapan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di dalam negeri yang kian meningkat setelah kebijakan itu diberlakukan.

Sebelumnya, serapan biodiesel dari Januari-Agustus hanya dikisaran 215-290 ribu ton per bulan. Namun, pada September, angkanya melesat hingga 400 ribu ton. Bahkan, pada Oktober, kembali tumbuh mencapai 519 ribu ton.

Kendati sudah menunjukkan hal positif dari segi penyerapan, implementasi B20 dirasa masih belum maksimal.

"Perbaikan masih terus dilakukan, diharapkan dalam beberapa bulan ke depan serapan biodiesel akan maksimal," ujar Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Mukti Sardjono, melalui keterangan resmi, Jumat (30/11).

Baca juga: Perkuat Sistem Perkarantinaan untuk Fasilitasi Ekspor Produk Pertanian

Salah satu perbaikan yang sedang dikerjakan adalah menurunkan jumlah titik serah FAME ke Pertamina dari 112 titik ke 25 titik saja. Langkah itu dilakukan sementara agar pelaksanaan bisa berjalan lebih fokus dan efektif.

Jika serapan sudah optimal, diperkirakan pada 2019 industri biodiesel akan menyerap 6 juta ton CPO atau sekitar 500 ribu ton per bulan.

"Dengan serapan yang semakin tinggi di dalam negeri, kita tidak perlu lagi bergantung pada ekspor," tandasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya