Tak Ingin Ketinggalan Kendaraan Listrik, Pertamina Serius Bangun Pabrik Baterai

Cahya Mulyana
29/11/2018 16:33
Tak Ingin Ketinggalan Kendaraan Listrik, Pertamina Serius Bangun Pabrik Baterai
(ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

PT Pertamina tak ingin ketinggalan era kendaraan listrik yang berpotensi akan menggantikan kendaraan berbahan bakar fosil. Untuk itu, perusahaan plat merah ini akan membangun pabrik baterai dan menyediakan Statsiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) di seluruh SPBU.

"Pertamina semangat untuk mengembangkan bateri sendiri, baik dari aspek teknis dan bisnis," kata Senior Vice President Research and Technology Center Pertamina Herutama Trikoranto dalam acara Pertamina Energy Forum di Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta. Kamis, (29/11)

Ia mengatakan Pertamina sudah siap dari aspek teknis dengan kehadiran riset center yang bekerja sama dengan banyak pihak untuk menghadirkan baterai berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. Kemudian memutus impor dengan menggali potensi nikel yang tersedia di dalam negeri untuk bahan baku baterai.

"Dari aspek bisnis, Pertamina ingin jadi pelopor sebagai pembuat bateri nasional karena kita sadari bahwa peran Pertamina saat ini mendukung penyediaan energi untuk trasnportasi itu sentral. 95% kan energi dibpenuhi Pertamina," katanya.

Dengan kehadiran bateri produk nasional bisa mempercepat pengendalian emisi. Untuk itu Pertamina akan membangun pabrik dan menargetkan mampu berproduksi baterai kendaraan listrik di tahun 2020 atau 2021.

"Kita berharap 2020-2021 itu udah bisa produksi dari pabrik bateri kita secra komersial. Sekarang udah ada produksinya tapi masih dari unit-unit yang kepentinganya untuk riset jadi kapasitas terbatas," jelasnya.

Untuk bahan bakunya, kata dia, sangat melimpah dengan potensi nikel yang banyak. Saat ini Indonesia merupakan penghasil nikel ketiga dunia sehingga untuk bahan baku baterai tidak menjadi persoalan.

"Soal kawasan (lokasi pabrik baterai), pemilihannya belum kita lakukan karena sedang penjajakan dengan partner. Misalnya pakai lahan Pertamina, lebih mudah untjk tekan cost, bisa saja. Tapi bisa juga di kawasan ekonomi khsusu dengan pertimbangan lain. Jadi blm ada satu keputusan," paparnya.

Kemudian, ia mengatakan Pertamina juga akan menghadirkan SPLU di setiap SPBU untuk memastikan ketersediaan listrik kendaraan ramah lingkungan. "Showcase udah kita buat di Kuningan, jadi seperti yang saya sampaikan, Pertamina sudah kembangkan renewable, kita kembagkan green energy station, pertamina akan kurangi rumah kaca," pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya