Pemerintah Anggarkan Pembangunan SDM Setara Infrastruktur

Cahya Mulyana
29/11/2018 16:35
Pemerintah Anggarkan Pembangunan SDM Setara Infrastruktur
(MI/PIUS ERLANGGA)

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan pemerintah mendorong kualitas sumber daya manusia (SDM) terus meningkat supaya mampu bersiang dengan negara lain serta mengembangkan sumber daya alam. 

Untuk itu, tahun depan pemerintahan era Presiden ke 7 ini akan fokus meningkatkan kualitas pendidikan dengan alokasi anggaran sampai Rp120 triliun.

"Presiden Jokowi mengatakan mulai tahun depan kita akan shifting ke SDM. Jadi kalau sekarnag infrastruktur habis Rp 120 triliun, mungkin (anggaran) SDM akan dekat angka itu juga,"ujarnya dalam acara Pertamina Energy Forum di Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta. Kamis, (29/11)

Ia mengatakan alasan pembangunan SDM dengan alokasi anggaran sebanyak itu untuk mempercepat peningkatan daya saing. Itu penting karena berkaitan dengan banyak hal termasuk kesuburan inovasi teknologi sampai ketahanan energi nasional.

Dengan kualitas SDM Indonesia memadai, kata dia, persoalan seperti ketergantungan terhadap energi primer bisa segera teratasi dengan pemanfaatan energi listrik untuk kendaraan dan menjadi produsen baterai. Hal itu sangat jelas dampaknya karena bisa menghentikan laju impor BBM yang membebani carrunt account defisit.

"Pengembangan baterai listrik menjadi faktor utama keberhasilan mobil listrik. Baterai listrik itu jadi kunci karena akan murah mobilnya," ujarnya.

 

Baca juga: Jonan: Kendaraan Listrik Solusi Kurangi Impor dan Penurunan Produksi Migas

 

Selama ini, kata dia, Indonesia selain tergantung pada energi primer juga terhadap kendaraan berbahan bakar BBM asal Jepang. Sebagai negara besar tentunya tidak boleh menggantungkan nasibnya pada satu negara saja dibidang alat transportasi.

Untuk itu, kata Luhut, dengan kekayaan alam yang melimpah salah satunya lithium bisa menjadikan Indonesia sebagai produsen baterai listrik. Mobil listrik pun akan semakin terjangkau untuk madyarakat Indonesia yang nantinya mampu menurunkan emisk gas rumah kaca.

"Indonesia harus jadi pemain utama lithium baterai, kita yang kontrol market dunia. Sekarang kita masih jadi player,"terangnya.

Indonesia harus segera melakukan diversifikasikan energi, lanjut dia, jangan percaya fosil saja. 

"Penjualan mobil listrik maju terus, yang paling besar itu Tiongkok. Dia produser lithium batereai terbesar sekarang. Kita harus belajar. Orang marah, dibilang berpihak ke Tiongkok Tapi yang bagus kita lihat, kita contoh. Disipilin mereka kita contoh," pungkasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya