Cowell Development Mampu Bertahan di Tengah Kelesuan Ekonomi Global

Ghani Nurcahyadi
28/11/2018 17:50
Cowell Development Mampu Bertahan di Tengah Kelesuan Ekonomi Global
(Ist)

MESKI masih dilingkupi kondisi perekonomian global yang lesu, PT Cowell Development Tbk (COWL), perusahaan pengembang properti berskala besar di Indonesia, dinilai mampu bertahan dengan baik.

Pada awal 2018, perseroan memulai pembangunan tower 2 yakni Acacia Tower serta perumahan The Banyan di kawasan The Oasis yang terletak di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang merupakan Kota industri terbesar di Asia Tenggara dengan hampir 2.100 unit pabrik dari 25 negara berlokasi di kawasan tersebut.

Pada April 2018, perseroan meluncurkan New Richwood yakni produk hunian rumah dan Citygate, yakni produk rumah toko yang merupakan pengembangan lahan residential di kawasan Borneo Paradiso, Balikpapan, Kalimantan Timur, yang mendapatkan animo yang besar dari masyarakat.

Dalam paparan media, usai RUPS Luar Biasa di Jakarta, Rabu (28/11), perseroan mengumumkan perubahan susunan direksi dan dewan komisaris.

Adapun jajaran direksi ialah sebagai berikut, Presiden Direktur Darwin Fernandes Manurung; Direktur Firdaus Fahmi, Direktur Independen Ratnasari. Sedangkan jajaran dewan komisaris perseroan yang baru ialah Presiden Komisaris Harijanto Thany, Komisaris-Wahyu Hartanto, dan Komisaris Independen Ida Bagus Oka Nila.

Perubahan dilakukan terkait pengunduran diri Anwar Sutedjo dan Thomas Pramono Handojo.

Selain itu, perseroan juga memberikan pernyataan terkait kondisi pasar properti lndonesia, perseroan percaya sektor properti tetap menjadi primadona sebagai investasi jangka panjang yang menjanjikan. Apalagi, harga yang terus menanjak, sampai dengan pemasukan pasif yang bisa di dapat dari hasil sewa.

"Ya serangkaian program tersebut tentu akan memberikan sentimen positif oleh para pelaku pasar. beberapa regulasi pemerintah lainnya serta terus meningkatkan investasi dalam negeri pun bisa menjadi momen titik balik yang luar biasa untuk kondisi properti di lndonesia." kata Darwin Fernandes Manurung dalam keterangannya, Rabu.

Meski tidak mengeluarkan proyek anyar, Cowell optimistis bisa memenuhi target pertumbuhan 10%. Hingga kini, Cowell masih memiliki landbank alias tabungan lahan sekitar 70-80 hektare. Landbank terluas berada di proyek Borneo Paradiso.

"Ada rencana akuisisi landbank, pilihan kami masih di kota," ujar Darwin. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya