Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyatakan sebanyak 70,3% masyarakat Indonesia memiliki persepsi bahwa kondisi ekonomi negara ini berada pada kategori sedang dan baik. Sebaliknya, 24,7% menilai kondisi ekonomi Indonesia buruk (lihat grafik).
"Dari mereka yang menilai ekonomi sedang dan baik, sebanyak 64,4% lebih banyak mendukung ke Jokowi-Ma'ruf Amin dan sebesar 20,5% mendukung Prabowo-Sandi," kata peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, di Gedung Graha Dua Rajawali LSI, Jakarta, kemarin.
Survei LSI Denny JA yang berjudul Kondisi Ekonomi Tentukan Pemenang Pilpres? dilakukan pada 10-19 November 2918 dengan jumlah responden sebanyak 1.200 orang.
Ardian mengatakan hasil survei LSI ini menjadi penting manakala sekarang banyak pandangan yang menyatakan kondisi ekonomi sedang sulit, tapi di satu sisi ada yang menyatakan kondisi ekonomi saat ini baik-baik saja.
"Ini menjadi pertanyaan dasar kita sebagai lembaga survei untuk mengetahui sebenarnya pemilih masyarakat Indonesia menilai isu ekonomi seperti apa, dan terlihat untuk kalangan pemilih menyatakan ekonomi itu baik dilihat dari segmen pendidikan, pendapatan, kemudian ada segmen gender, agama. Sebagian besar banyak mendukung ke Jokowi-Ma'ruf Amin," terang Ardian.
Penilaian baik-buruk ekonomi berdampak pada dukungan terhadap kedua capres dari berbagai segmen pemilih.
"Mengapa persepsi ekonomi saat ini masih baik, di atas 70%, karena kinerja pemerintah diapresiasi baik. Program-program Pak Jokowi itu juga relatif lebih dikenal di atas 50% dan disukai di atas 90%," tukasnya.
Jalur yang benar
Dalam menanggapi hasil survei tersebut, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Abdul Kadir Karding, mengatakan pembangunan ekonomi pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla berada pada jalur yang benar.
"Saya kira satu hal yang patut kita hormati dan wajar tingkat kepuasan sebanyak 70%. Empat tahun ini pembangunan ekonomi kita memang pada trek yang benar dan selalu mengalami progres," ujar Karding, kemarin.
Dalam kondisi tekanan ekonomi global seperti hari ini, kata Karding, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2%. Indeks rasio Gini Indonesia juga terus berkurang. "Di samping itu, tingkat pengangguran dan daya beli masyarakat serta inflasi juga turun signifikan. Jadi, kondisi grade investasi kita terus membaik. Ditambah lagi dana desa yang mendorong lahir atau tumbuhnya ekonomi desa. Itu artinya pembangunan ekonomi Pak Jokowi baik," kata Karding.
Secara terpisah, lembaga survei Media Survei Nasional (Median) merilis hasil survei yang diadakan pada 4-16 November 2018. Hasilnya, persepsi publik menganggap gaya komunikasi calon presiden Prabowo Subianto terlalu keras dan tidak disukai masyarakat.
Direktur Eksekutif Median Rico Marbun menuturkan responden merasa tidak menyukai Prabowo selain karena gaya komunikasinya yang keras, juga karena calon presiden nomor urut 02 itu dianggap ambisius, tapi kinerjanya masih belum terbukti.
"Dari total 17,4% responden yang menjawab hal yang tidak disukai dari Prabowo, 3,4% mengeluhkan gaya komunikasi politiknya yang keras," ujar Rico di Cikini, Jakarta Pusat, kemarin.
Ia menyarankan agar Prabowo mulai menggunakan narasi-narasi yang lebih persuasif. "Kalau itu tidak dilakukan, persepsi publik terhadap Prabowo sulit untuk bisa dihindari atau diperbaiki," katanya. (Njr/X-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved