JTD Raih Kredit Sindikasi Rp13,7 Triliun Kembangkan Tol Dalam Kota

Ghani Nurcahyadi
27/11/2018 19:45
JTD Raih Kredit Sindikasi Rp13,7 Triliun Kembangkan Tol Dalam Kota
(Ist)

PENGEMBANGAN tol dalam kota DKI Jakarta kini memasuki babak baru setelah PT Jakarta Tollroad Development (JTD), salah satu konstruktor pengembangan tol dalam kota itu, mendapatkan kredit investasi sindikasi sebesar Rp 13,7 triliun dari 29 Bank yang melengkapi upaya JTD mengembangkan tol dalam kota.

Penandatanganan kredit investasi sindikasi tersebut dilakukan di Jakarta, Selasa (27/11). Kredit itu diperuntukan untuk pembiayaan investasi tahap 1 (Ruas Semaran-Sunter dan Sunter-Pulo Gebang)  yang merupakan bagian dari 6 ruas tol dalam kota Jakarta.

Direktur Utama JTD, Frans Sunito, mengatakan, tahap 1 pengembangan tol dalam kota dalam kota dibagi dalam 3 seksi pembangunan. Seksi A yang meliputi ruas Kelapa Gading-Pulo Gebang kini sedang berjalan dengan progres pembangunan mencapai 30% dan telah menghabiskan dana hingga Rp1 triliun.

"Seksi A dimulai pada Januari 2017 dan direncanakan selesai pada semester kedua 2019.

Untuk keseluruhan tahap 1 akan beroperasi pada 2021. Kami berharap dengan ditandatanganinya kredit investasi sindikasi ini pembangunan dapat berjalan baik dan sesuai dengan rencana," kata Frans.

Dengan melibatkan 29 bank baik nasional maupun asing serta melibatkan juga entitas bank syariah, Kepala Finansial (CFO) JTD, Reynaldi Hermansyah, menyebutkan, kredit ini menjadi yang terbesar dalam pembiayaan pembangunan jalan tol saat ini.

Ruas jalan tol yang dibangun JTD bertujuan untuk menambah kapasitas jaringan jalan arteri yang ada serta menghadirkan lalu lintas yang lebih lancar dan lebih baik.

Seluruh struktur badan jalan yang dibangun berupa jalan layang (elevated). Saat ini JTD telah menguasai 90% dari total lahan yang dibutuhkan untuk membangun jalan tol tersebut.

Dalam pengembangannya, JTD juga mengintegrasikan tol tersebut dengan jaringan transportasi masal, yaitu Bus Rapid Transit (BRT) on the toll road pertama di Indonesia.

Artinya akan ada shelter BRT dalam tol dengan jarak antar shelter mencapai 3-4 kilometer.

Frans menambahkan, tol yang rencananya dikenai tarif Rp 2.200 per kilometer itu diproyeksikan akan dilewati hingga 150 ribu kendaraan saat tahap 1 selesai terbangun. (RO/OL-1)

 

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya