Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH terus berupaya meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri pada sektor otomotif untuk menekan angka impor suku cadang kendaraan bermotor.
Itu antara lain dilakukan dengan memfasilitasi kemit-raan antara industri kecil menengah (IKM), industri otomotif besar, dan tier agen pemegang merek (APM).
Dirjen IKM Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Gati Wibawaningsih menyatakan, dengan kerja sama, industri besar atau APM bisa mendapatkan tambahan komponen dari dalam negeri, tanpa perlu mengimpor. Di sisi lain, IKM dapat memiliki akses ke pasar secara berkesinambungan.
“Kita masih banyak impor meski secara keseluruhan tidak terlalu banyak. Dengan kemitraan diharapkan IKM dapat berkontribusi lebih besar memasok komponen untuk kebutuhan produksi otomotif di dalam negeri. Ada bahan yang kita belum bisa sediakan seperti logam, plastik, dan rubber. Itu kami dorong ke depannya,” ujar Gati di Jakarta, Selasa (27/11).
Berdasarkan data Kemenperin, nilai impor komponen suku cadang kendaraan bermotor roda empat atau lebih pada semester I 2018 mencapai US$2,06 miliar. Angka itu tumbuh 33% dari nilai impor pada periode sama 2017 yakni US$1,54 miliar.
Product Design and Engineering PT Menara Terus Makmur (MTM) Rendy Nurdiyansyah mengaku kemitraan telah membantu IKM dalam memiliki akses ke pasar secara berkesinambungan.
“Kami terbantu setelah menjadi mitra tier APM Astra Otoparts Group. Sebelumnya, kendala kami ada di biaya. Namun, dari Astra ada semacam bantuan (biaya) untuk mendukung kami yang digunakan untuk pengembangan sistem teknikal dan pengiriman,” tutur Rendy.
Saat ini, setiap bulan PT MTM bisa memproduksi 100 ribu unit forging, 80 ribu unit machining, dan 80 ribu jack hand toolset. “Seluruhnya diserap langsung oleh Astra Otoparts,” pungkas Rendy.
Di Surakarta, Jateng, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemerintah akan memperkuat sektor manufaktur sebagai pengge-rak ekonomi dalam negeri.
“Semua tahu setelah krisis Asia 1998-1999, ekonomi kita bergerak karena hasil sumber daya alam, tapi tidak berkembang cepat. Kini pemerintah sedang membentuk kembali sektor manufaktur sebagai motor penggerak ekonomi,” kata Darmin pada Rapimnas Kadin Indonesia di Surakarta, seperti dikutip dari Antara, kemarin. (E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved