Bahan Baku Komponen Otomotif di Dalam Negeri Masih Terbatas

Andhika Prasetyo
27/11/2018 16:05
Bahan Baku Komponen Otomotif di Dalam Negeri Masih Terbatas
( FOTO ANTARA/Audy Alwi)

KETERSEDIAAN bahan baku lokal yang terbatas masih menjadi persoalan utama yang menaungi industri komponen otomitif dalam negeri.

Direktur PT Dharma Polimetal Yosaphat Simanjuntak mengungkapkan pihaknya masih harus memenuhi 70% kebutuhan bahan baku dari luar negeri.

"Bahan baku memang problem paten. Kami di kendaraan roda dua, untuk memproduksi knalpot itu butuh stainless steel, tapi di Indonesia belum banyak industri itu," ujar Yosaphat di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (27/11).

Bahkan, untuk industri baja antikarat pun, lanjutnya, ada beberapa komponen yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri karena spesifikasinya masih terlalu rumit.

"Kita punya Krakatau Steel tapi ada spesifikasi tertentu yang tidak bisa mereka produksi. Mereka juga belum kompetitif juga karena produk yang dihasilkan lebih mahal," terangnya.

Saat ini, Dharma Polimetal menjadi pemasok utama komponen metal untuk Astra Honda Motor.

"Kami menyuplai metal untuk sepeda motor Honda, seperti sasis dan knalpot. Penjualan sepeda motor di Indonesia setahun itu sekitar 6 juta unit. Sebanyak 4,6 juta itu dari Honda. Jadi produksi kami sebanyak itu. Namun kami juga dibantu IKM komponen binaan. Mereka memasok sekitar 20%," terangnya.

 

Baca juga: Luhut: Indonesia tak Bergantung secara Ekonomi kepada Satu Negara 

 

Pada intinya, walaupun bahan baku masih banyak berasal dari luar negeri, untuk produk komponen jadi, di sektor otomotif roda dua, industri dalam negeri sudah mampu mandiri.

Persoalan keterbatasan bahan baku juga tidak disangkal pemerintah. Kendati demikian Kementerian Peridustrian mencoba mengakali masalah yang ada sehingga masalah tidak menimbulkan dampak negatif bagi industri terutama kecil dan menengah.

"Bagi industri kecil dan menengah (IKM) yang belum bisa mendapat izin impor, mereka bisa mendapat bahan baku dari perusahaan besar. Jadi industri besar memberikan order, sekaligus menyediakan baham baku kepada IKM. Artinya IKM di sini berperan sebagai penjual jasa," ujar Direktue Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di kantornya, Jakarta, Selasa (27/11).

Ketika IKM tersebut sudah semakin besar, lanjutnya, mereka akan mampu mengakses bahan baku sendiri tanpa bergantung kepada industri besar.

PT Menara Terus Makmur (MTM) selaku IKM binaan Astra Otoparts Group kini mengau telah mampu memenuhi kebutuhan bahan baku sendiri.

"Bahan baku kami siapkan sendiri. Ada yang lokal dan impor. Komposisinya 50:50. Yang impor memang sekarang lebih murah, perbandingan harganya bisa 10% lebih rendah dari lokal," Product Design and Engineering MTM Rendy Nurdiyansyah. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya