Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Alibaba mengungkapkan bahwa ada 400 juta kelas menengah di Tiongkok yang siap menyerap produk Indonesia.
TRANSAKSI perdagangan elektronik ternyata semakin diminati. Ini tampak dalam data Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) yang menunjukkan bahwa 41% masyarakat membeli barang dan jasa secara daring pada 2017 atau meningkat drastis jika dibandingkan dengan 2016 yang hanya 26%. Aprindo juga memprediksi lebih dari 50 gerai retail yang berhenti beroperasi dan mencoba mengubah format bisnis mereka agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini, yaitu lewat perdagangan elektronik. Hal itu bakal terjadi dalam beberapa tahun ke depan.
Pemerintah pun mulai mencoba mengeruk keuntungan dari perdagangan elektronik lewat penerbitan Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2017 tentang Peta Jalan Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik atau Road Map E-Commerce. Lewat peta jalan tersebut, pemerintah menargetkan sektor ekonomi digital menyumbang hingga Rp1.800 triliun-Rp2.000 triliun terhadap PDB Indonesia pada 2020.
Salah satu aktor utama yang didorong memanfaatkan ekonomi digital, yaitu usaha mikro, kecil, menengah (UMKM). Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika bidang Ekonomi Digital Lis Sutjiati mengatakan, UMKM perlu bertransformasi karena masyarakat semakin nyaman membeli barang dan jasa secara daring.
"Pembelinya sekarang sudah pakai internet. Kalau kita tidak mendorong UMKM untuk berjualan secara daring, pendapatan mereka akan menurun," ucap Lis di sela-sela ajang Kopdar Akbar Bukalapak 2018 di Jakarta, Sabtu (24/11). Sekadar informasi, UMKM berkontribusi sebesar 58,92% terhadap produk domestik bruto Indonesia dan menyerap tenaga kerja sebanyak 97,30% pada 2017.
Kementerian Koperasi dan UKM mencatat, terdapat 59,2 juta UKM di Indonesia. Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM bidang Makro Ekonomi Hanung Harimba mengatakan, pihaknya juga terus mendorong UMKM masuk perdagangan elektronik lewat sejumlah program yang dicetuskan pihaknya.
"Kami memiliki sejumlah program seperti Gerakan Usahawan Nasional yang salah satunya mengedukasi pelaku UMKM soal e-commerce. Lewat Badan Layanan Umum kami di Smesco, sebanyak 100 ribu mitra juga kami dorong go digital. Untuk pemasarannya, kami telah menjalin kerja sama dengan enam platform e-commerce," ujar Hanung.
Edukasi
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf menjelaskan, digitalisasi bukan cuma beralih ke perdagangan elektronik, tapi juga menjamin kualitas produk agar makin banyak pasar yang diraup pelaku UMKM. Bekraf juga memberikan edukasi terkait dengan kualitas produk terhadap UMKM.
"Beberapa waktu lalu saya diminta Bapak Presiden mengumpulkan produk UMKM untuk ikut dipasarkan pada Hari Lajang di Tiongkok. Di Tiongkok, Alibaba bilang ada 400 juta kelas menengah yang siap menyerap produk Indonesia. Tapi kami bertekad untuk menguasai dulu pasar e-commerce lokal dengan produk dalam negeri, baru berpikir untuk masuk ke pasar asing," ujar Triawan.
Pendiri Bukalapak Achmad Zaky mengimbuhkan, selain memberikan akses terhadap UMKM berjualan secara daring lewat platformnya, pihaknya memberikan edukasi pula lewat komunitas pelapak di setiap daerah.
"Sampai saat ini sudah ada sekitar 1.000 pertemuan dalam komunitas, yang berarti ada tiga pertemuan setiap hari. Survei kami menunjukkan pelapak yang aktif dalam belajar lewat komunitas dapat meningkatkan pendapatan," ujar Zaky. (S-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved