Likuiditas Terbantu dengan Pembatalan Penerbitan SBN

(Nur/E-1)
26/11/2018 05:55
Likuiditas Terbantu dengan Pembatalan Penerbitan SBN
(Ilus MI/RAMDANI. )

Langkah pemerintah membatalkan 4 jadwal lelang surat utang negara (SUN) dan surat berharga syariah negara (SBSN/sukuk negara) di akhir tahun ini memberikan dampak positif ke pasar keuangan.

Langkah itu selain mengurangi tekanan terhadap pembayaran utang di masa depan, juga membuat likuiditas perbankan terbantu.

Peneliti Indef Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan jika pemerintah menerbitkan SUN dan SBN di sisa akhir tahun ini akan ada perebutan likuiditas baik pemerintah, bank, maupun perusahaan swasta.

Dengan loan to deposit ratio (LDR)perbankan yang mencapai 94%, ada kemungkinan bank akan berlomba-lomba menaikan suku bunga guna mendapatkan likuiditas.

"Imbasnya kalau bank berlomba-lomba naikin bunga simpanan untuk menjaga likuiditas yang kena adalah pelaku usaha karena bunga kreditnya akan menjadi mahal," katanya.

Bank perlu menaikkan suku bunga simpanan karena deposan akan menarik uang dari bank untuk membeli SBN. Oleh karena itu, langkah pemerintah yang tidak jadi menerbitkan SBN merupakan positif bagi dunia usaha, terutama perbankan.

Selain itu pembatalan penerbitan SBN juga membantu bagi dunia usaha yang juga kerap memanfaatkan sisa waktu di akhir tahun menerbitkan obligasi untukmembiayai operasionalnya di awal tahun.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah menghentikan penerbitan surat utang di akhir tahun karena proyeksi penerimaan sudah bagus. Defisit anggaran 2018 diperkirakan 1,8% hingga 1,9%. Sehingga pemerintah melihat alternatif pembiayaan yang ada sudah mencukupi.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya