Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Perdagangan RI Enggartiasto Lukita bersama empat menteri Negara European Free Trade Association (EFTA) yang terdiri dari Swiss, Liechtenstein, Islandia, dan Norwegia menandatangani Pernyataan Bersama (Joint Statement) diselesaikannya perundingan Indonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA), di Kantor Sekretariat EFTA, Jenewa, Swiss.
“Kelima negara sangat berbahagia dan bersyukur karena perundingan IE-CEPA yang telah memakan waktu tujuh tahun akhirnya selesai. Penyelesaian ini merupakan tonggak sejarah bagi hubungan RI dengan empat negara EFTA,” ujar Enggartiasto melalui keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Minggu (25/11).
Ia menyatakan, langkah selanjutnya yang akan dilakukan ialah melakukan legal scrubbing dan penerjemahan sehingga secara teknis dan legal IE-CEPA siap ditandatangani. Dijadwalkan, penandatanganan akan dilaksanakan di Jakarta pada Desember mendatang.
“Indonesia dan EFTA memang berkomitmen menyelesaikan perundingan pada tahun ini. Oleh sebab itu para perunding bekerja secara intensif menyelesaikan isu-isu yang masih tersisa dan akhirnya perundingan berhasil diselesaikan pada 1 November 2018 di Bali,” tururnya.
Dengan rampungnya IE-EFTA, akses pasar barang antara Indonesia dan EFTA akan semakin luas, termasuk jasa dan investasi serta kerja sama ekonomi dan pengembangan kapasitas.
Hal itu tentu sangat baik bagi perdagangan barang untuk produk-produk potensial Tanah Air seperti produk perikanan, tekstil, furnitur, sepeda, elektronik, ban mobil, serta pertanian termasuk kopi dan kelapa sawit.
Pada perdagangan jasa, akses pasar bagi para pekerja Indonesia yang meliputi Intra Corporate Trainee, Trainee, Contract Service Supplier, Independent Professional, serta Young Professional juga akan lebih terbuka ke EFTA.
Sektor jasa yang akan memperoleh keuntungan antara lain jasa profesi, telekomunikasi, keuangan, transportasi, dan pendidikan.
Di sisi investasi, dengan beresnya perjanjian itu, Indonedia akan memperoleh peningkatan investasi dari negara anggota EFTA pada sektor energi dan pertambangan, permesinan, pertanian, infrastruktur sektor perikanan, kehutanan, industri kimia, dan lain sebagainya.
Selain itu, Indonesia juga akan menikmati kerja sama dan pembangunan kapasitas dalam sektor perikanan dan aquamarine, promosi ekspor, pariwisata, UMKM, hak kekayaan intelijen, kakao, sustainability, maintenance, repair and overhaul (MRO), pendidikan vokasional, dan lain sebagainya.
“EFTA merupakan kelompok dagang di kawasan Eropa yang belum kita jajaki dan kembangkan potensi pasarnya. Dengan diselesaikannya IE-CEPA, diharapkan pemanfaatan pangsa pasar yang ada di masing-masing negara dapat dioptimalkan serta pintu masuk ke pasar Uni Eropa," ucap Enggar.
Ia berharap, perjanjian tersebut bisa menciptakan landasan untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara-negara ASEAN lainnya seperti Filipina dan Singapura yang telah lebih dulu menyelesaikan perjanjian perdagangan dengan EFTA.
Setelah pernyataan bersama dilaksanakan, kelima negara terkait langsung menggelar diskusi bersama di Jenewa, Swiss, untuk memulai sosialisasi pemanfaatan IE-CEPA bertemakan.
“Forum bisnis ini merupakan ajang sosialisasi IE-CEPA tahap awal, sekaligus forum yang digelar dalam rangka memanfaatkan hasil IE-CEPA secara maksimal. Para pelaku usaha Indonesia yang memiliki mitra dagang di EFTA siap meningkatkan transaksi dagang bisnis untuk bisnis (b-to-b) dengan para pelaku usaha EFTA," jelasnya. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved