Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) kembali memfasilitasi para pembeli potensial asal Kanada untuk bertemu dengan pengusaha kopi gayo di Takengon, Aceh Tengah, Nangroe Aceh Darussalam.
Kegiatan yang diinisiasi Kemendag dan Global Affairs Canada melalui Trade and Private Sector Assistance (TPSA) Project itu dilaksanakan untuk mengangkat industri kopi khas tersebut dan memperkenalkannya lebih luas ke dunia luar.
Dalam kunjungan itu, para pembeli diajak melihat secara langsung proses budidaya dan produksi di kebun kopi.
“Mereka diajak berinteraksi langsung, diberi informasi bagaimana kopi gayo ditanam dan diproses. Itu akan memberikan keyakinan kepada mereka akan kualitas kopi gayo,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Arlinda melalui keterangan resmi, Jumat (23/11).
Adapun, kebun-kebun yang dikunjungi adalah milik Koperasi Arinagata, PT Meukat Komuditi Gayo, PT Orangutan Lestari, Koperasi Redelong Organik, dan Koperasi Kopi Wanita Gayo yang merupakan binaan TPSA Project
Baca juga: Permudah Akses, Mandiri Syariah Resmikan Agen Laku Pandai
Arlinda mengungkapkan kunjungan buyer itu juga merupakan salah satu tindak lanjut dari partisipasi pengusaha kopi asal Takengon pada pameran Global Specialty Coffee Expo di Seattle, Amerika Serikat, awal tahun ini.
"Mereka memang telah mendapatkan pembinaan dan mengikuti pameran internasional di Amerika Serikat selama dua tahun berturut-turut. Oleh sebab itu, kualitas dan kapasitas produksi mereka tidak perlu diragukan lagi," tuturnya.
Kopi gayo merupakan salah satu jenis kopi arabika yang hanya tumbuh di dataran tinggi Gayo. Dikarenakan tumbuh di dataran tinggi, kopi itu memiliki keunikan dalam segi rasa dan tekstur, seperti memiliki cita rasa buah-buahan, bunga, dan tanaman lainnya.
Dari kunjungan para pembeli potensial itu, terjalin nilai kontrak sebesar US$2,6 juta untuk pengiriman periode November 2018-Juni 2019.
Di luar kegiatan kunjungan itu, Indonesia juga telah mengekspor kopi gayo ke Kanada dan Amerika Serikat dengan nilai sebesar US$4 juta. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved