Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, melihat tekanan nilai tukar rupiah hingga akhir tahun akan mampu bertahan pada kisara 14.500-14.600. Ini terjadi karena tekanan di global yang mereda.
"Tekanannya mereda karena memang dunia juga sudah melihat bahwa normalisasi moneter di AS tensinya sudah semakin rendah. Sekarang level rupiah di 14.500-14.600. Ini level yang bertahan sampai akhir tahun," jelas Wimboh ditemui di Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (23/11).
Menurut Wimboh, AS menyadari bila pertumbuhannya terlalu kencang dan dolarnya terus menguat, itu akan berimbas ke negara berkembang yang memiliki utang luar negeri dalam mata uang dolar AS.
Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Berpeluang untuk Menguat
Imbas dari sangat menguatnya ekonomi AS ke negara berkembang sudah kelihatan. Wimboh memberi contoh dengan peristiwa yang dialami Argentina, Turki, Venezuela. Semua permasalahan negara berkembang akan berimbas kembali ke negara maju terutama ke ekonomi AS.
"Makanya kita harus antisipasi. Karena kalau negara berkembang ada masalah maka otomatis kemampuan ekonomi akan terganggu. Ini mempengaruhi kemampuan negara berkembang untuk menyerap penjualan barang dalam negeri yang diabsorb (diserap) oleh negara maju," paparnya.
Maka, dia meyakini AS dan negara maju lainnya sudah memikirkan untuk normalisasi yang impaknya terukur.
"Makanya harus dipahami dan dimanage dengan baik. Ini sudah kelihatan negara seperti Indonesia potensinya besar ekspor ke negara maju dan berkembang dari hasil sumber daya alam," tukas Wimboh. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved