Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pos Indonesia (Persero) berencana mengembangkan usaha melalui tiga anak usahanya, yakni PT Pos Logistik Indonesia, PT Bhakti Wasantara Net (BWN), dan PT Pos Properti Indonesia. Ketiga anak usaha itu diharapkan mampu menopang bisnis PT Pos Indonesia sebagai induk usaha yang telah berdiri 272 tahun.
Direktur Utama PT Pos Indonesia, Gilarsi Wahyu Setijono, menegaskan, ketiga anak usaha itu akan menjalankan tugas komersil untuk menggaet investor. Pasalnya, model bisnis komersial tidak bisa dijalankan PT Pos Indonesia sebagai induk karena ada tugas pelayanan publik yang harus dilakukan.
"Anak-anak ini dibesarkan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan komersialnya. Kemudian anak-anak (usaha) juga yang mengundang investor. Kan untuk mengundang investor kita harus bangun dulu infrastrukturnya," kata Gilarsi di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (22/11).
Gilarsi menjelaskan, saat ini kondisi keuangan PT Pos Indonesia juga tidak lebih baik dari tahun ke tahun. PT Pos Indonesia memiliki 2.470 kantor di Indonesia yang tersebar di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) yang dalam sebulan hanya menghasilkan Rp11 juta-Rp12 juta.
Di sisi lain, PT Pos Indonesia juga tidak bisa memaksa pemerintah mengalihkan prioritas dari pembangunan infrastruktur fisik ke infrastruktur teknologi yang dibutuhan PT Pos Indonesia.
"Pengiriman surat sekarang masih ada. Yang bertumbuh justru pengiriman parsel yang terbantu oleh adanya e-commerce. Tiap tahun dia tumbuh 40%. Jika dibandingkan dengan pengiriman surat 50:50," ujar Gilarsi.
Ketiga anak usaha yang akan dikembangkan itu semula tidak sehat. Kemudian, dari tahun ke tahun mulai bangkit. PT Pos Logistik Indonesia yang paling menunjukkan performa yang baik. Gilarsi optimistis perusahaan ini akan mencatatkan perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir 2020 mendatang.
PT BWN yang asetnya sempat negatif akan dikonversi menjadi perusaahan financial technology (fintech). BWN sendiri per bulan sudah mencatatkan profit Rp1 miliar. Ada tiga portfolio utama yang akan digarap BWN, yakni pembayaran dan remitansi. Konsepnya, akan menggaet pedagang kaki lima (PKL) untuk melakukan pembayaran melalui mesin yang cashless.
"Bulan ini (PT BWN) ekuitinya sudah nol dari sebelumnya negatif. Ini yang akan dikonversi menjadi fintech. Jadi kesempatan untuk menghidupi induknya bisa dilakukan. Jadi anaknya yang disehatkan supaya induknya tidak terbebani," tuturnya.
Sementara, PT Pos Properti Indonesia akan dikembangkan lebih baik dengan mengoptimalkan properti untuk komersial. Sebelumnya, perusahaan ini sempat mengalami kejatuhan akibat kasus korupsi sehingga beban perusahaan harus ditanggung saat ini.
Penyehatan ini, lanjut Gilarsi, harus diiringi dengan pengecilan dari sisi induknya. Bila saat ini jumlah pekerja di PT Pos Indonesia ada 28 ribu orang maka kemungkinan akan dikurangi menjadi hanya 6.000 atau 7.000 pekerja.
"Cost kita jadi lebih rendah kalau induknya dikecilkan," ujarnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved