Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANAK-ANAK umumnya suka bermain, baik bermain bersama teman-teman maupun bermain dengan mainan. Bagi mereka, bermain merupakan kegiatan yang menyenangkan dan membuat mereka bergembira. Psikolog Ayoe Sutomo mengakui pada dasarnya setiap anak menyukai bermain. Dengan bermain, anak-anak dapat meningkatkan daya imijinasi dan kreativitas.
Namun, menurut Ayoe, orangtua harus pandai dalam memilih mainan. Pilihlah mainan sesuai usia anak agar dapat memberikan dampak positif terhadap tumbuh kembang anak. "Alih-alih memberikan mainan yang menurut selera orangtua, justru memberikan dampak negatif. Itu lantaran permainan itu tidak sesuai tahapan usia perkembangan anak. Hal itu mengakibatkan tumbuh kembang anak tidak optimal," papar Ayoe di Jakarta, kemarin.
Mainan anak, lanjut Ayoe, tidak sekadar bisa membuat anak bahagia, tetapi juga harus memberikan nilai-nilai edukatif. Hal itu penting untuk dapat menstimulasi perkembangan fisik, motorik halus dan kasar, sensori, serta merangsang kecerdasan otak anak.
"Yang perlu dipahami ketika memilih mainan untuk anak tetap harus disesuaikan dengan kesukaan mereka. Kadang kala, karena ekspektasi orangtua yang ingin anaknya cepat bisa ini dan itu sehingga membuat anak menjadi jenuh," tutur Ayoe.
Salah satu contoh mainan anak edukatif yang saat ini juga banyak diminati, yaitu mainan kayu edukatif. Menurut Maria Hutting, penjualan mainan kayu edukatif asal Sidoarjo, bentuk permainan yang ditawarkan untuk anak-anak ada berbentuk truk, helikopter, kereta, pohon, dan balok-balok. Permainan balok yang banyak disukai anak-anak.
"Kalau dari segi pembelajarannya, ada permainan sortasi, belajar angka, belajar alfabet, belajar hijaiah, menyusun bentuk, belajar warna, belajar bangun datar, dan belajar bangun ruang," sebut Maria,28.
Ibu tiga anak itu biasa menjual mainan kayu edukatif secara daring melalui media sosial. Harga yang ditawarkan mulai Rp35 ribu hingga Rp185 ribu untuk mainan reguler, sedangkan untuk balok besar sekitar Rp500 ribu per kotak (boks).
"Kalau mau beli jangan berikan langsung ke anak, tapi harus tetap didampingi orangtua supaya manfaat edukasinya bisa lebih efektif. Pilih mainannya juga harus yang sesuai kebutuhan dan memenuhi rasa ingin tahu anak," pungkas Maria.
Promo akhir tahun
Sementara itu, momen menjelang akhir tahun dimanfaatkan pengusaha mainan edukatif dengan menawarkan harga promosi. Early Learning Centre (ELC), spesialis mainan edukatif asal Inggris, memperkenalkan 50 koleksi mainan edukatif bagi anak-anak selama musim liburan periode 15 November sampai 19 Desember 2018. Untuk setiap produk, diskonnya bisa mencapai 70%.
Senior Brand Manager ELC Mohit Nigam mengatakan, ada beberapa jenis mainan edukatif yang dapat dimainkan sambil mengisi waktu berlibur bersama keluarga. Contohnya baby & toddler, sports & activity, dan imagination and learning & creativity yang dibanderol mulai Rp59 ribu.
"Sesuai tujuan awal berdirinya, ELC ingin membantu para orangtua dalam memilih mainan yang dapat menunjang tumbuh kembang anak dengan tetap bervariasi dan menyenangkan," ujarnya saat peluncuran ELC Holiday Toys Collection 2018 di Jakarta, pekan lalu.
Para orangtua dapat menemukan koleksi mainan edukatif anak khusus liburan di semua toko ELC yang tersebar di 16 kota besar di Indonesia, antara lain Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Medan, Palembang, Makassar, Manado, Balikpapan, Samarinda, Semarang, Pekalongan, dan Depok.
Selain menawarkan beragam jenis mainan, ELC juga memberi kesempatan pada anak untuk memenangi 50 koleksi mainan menarik melalui kompetisi yang diumumkan di setiap toko ELC.
"Caranya, anak-anak bisa menuliskan Christmas Wish List mereka atau bisa juga melalui Instagram dengan tagar #MyELCWishList," terang Mohit. (S-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved