Wakil Ketua KEIN: Pernyataan Prabowo soal 55% Rakyat Indonesia Buta Huruf Salah Besar

MICOM
22/11/2018 18:08
Wakil Ketua KEIN: Pernyataan Prabowo soal 55% Rakyat Indonesia Buta Huruf Salah Besar
( Mi/PIUS ERLANGGA)

WAKIL Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta menyebut pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyebut 55% orang Indonesia buta huruf berdasarkan data World Bank salah besar.

“Benarkah rasio literasi hanya 50%? Kenyataannya, rasio literasi penduduk dewasa (terhadap total penduduk berumur 15 tahun keatas) telah berada pada angka 67% pada 1980. Rasio tersebut telah meningkat hingga menjadi 95,5% per 2017,” papar Arif di Jakarta, Kamis (22/11).

                   

Arif menjelaskan, pemerintah memiliki fokus terhadap peningkatan literasi masyarakat Indonesia melalui berbagai program. Beberapa program yang dijalankan sebagai upaya meningkatkan literasi oleh pemerintah, seperti Gerakan Indonesia membaca (GIM), Gerakan Literasi Bangsa (GLB), serta Gerakan Literasi Sekolah (GLS), yang pada saat ini menjadi program wajib yang harus dilaksanakan seluruh sekolah sebelum memulai proses belajar mengajar.  Dari program-program tersebut, ratusan perpustakaan disebar ke berbagai pelosok daerah.

“Bentuknya pun beragam dan kreatif seperti motor pustaka, perahu pustaka, vespa pustaka, bemo pustaka, angkot pustaka, serta berbagai pustaka bergerak lainnya,’’ kata Arif. (RO/OL-6)
 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya