Kegiatan Filantropi Mesti Didukung Pemerintah

(E-2)
22/11/2018 00:15
Kegiatan Filantropi Mesti Didukung Pemerintah
(ANTARA FOTO/Sigid )

AWAL November lalu, Indonesia di­nobatkan sebagai negara yang paling dermawan di dunia, menurut survei yang dilakukan lembaga amal Inggris, Charities Aid Foundation (CAF).

Namun, ironisnya, berdasarkan rilis yang dikeluarkan Centre for Asian Philanthropy and Society (CAPS) mengenai Doing Good Index (DGI) 2018, sebuah riset yang mengukur faktor-faktor yang memungkinkan atau menghambat kegiatan filantropi (kegiatan untuk kemanusiaan) di 15 negara Asia, Indonesia menempati peringkat atau kategori terendah.

Untuk diketahui, ada empat faktor yang menjadi fondasi riset DGI 2018, yaitu regulasi pemerintah, pajak dan kebijakan fiskal, pengadaan, dan yang terakhir ekosistem.

Hasil riset itu membagi 15 negara di Asia  ke dalam empat kelompok, dari yang terendah hingga tertinggi, yakni not doing enough, doing okay, doing better, dan doing well. Hasil DGI 2018 menempatkan Indonesia bersama Myanmar di kategori te­­rendah, yakni not doing enough. Se­mentara itu, Jepang, Singapura, dan Taiwan berada di kelompok tertinggi, yaitu doing well.

“Indonesia memiliki lebih dari 3.000 lembaga dan yayasan nonpemerintah di sektor sosial, tapi hal tersebut menunjukkan kinerja yang buruk pada indeks kami. Ada beberapa faktor penghambat yang membuat Indonesia masuk kategori not doing enough,” ujar Ruth A Shapiro selaku Founder dan Chief Executive CAPS di sela–sela Filantropi Indonesia Festival (FIFest) 2018 di Jakarta Convention Center, seperti tertera dalam rilisnya, Rabu  (21/11).

Dia berharap pemerintah membe­rikan insentif di sektor pajak dan kebijakan fiskal sehingga bisa men­dorong korporasi untuk sema­kin aktif menjalankan program cor­porate social responsibility (CSR) mereka.

“Dengan begitu, pemerintah menunjukkan bahwa kegiatan filantropi didukung dan dihargai,” ujar Ruth. Selain itu, dia menyarankan agar pemerintah menyelaraskan insentif bagi donatur domestik. seperti Vietnam dan Thailand.
“Keberadaan donatur domestik ini juga bisa menyelaraskan program pemerintah di sektor sosial.” ujarnya. (E-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya