Indonesia Bidik Aljazair Jadi Pasar Potensial

Andhika Prasetyo
21/11/2018 09:55
Indonesia Bidik Aljazair Jadi Pasar Potensial
(Mentri Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita -- MI/Galih Pradipta)

KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) masih terus berupaya memperluas pasar nontradisional. Kali ini, yang teranyar yakni pada 20-22 November, Aljazair menjadi targetnya.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengungkapkan, meski terpisah karena letak geografis yang sangat jauh, Aljazair merupakan negara yang menyimpan potensi besar. Rangkaian kegiatan misi dagang ke Aljazair meliputi forum bisnis, one on one business matching, dan kunjungan ke beberapa perusahaan.

Selain itu, Enggartiasto juga dijadwalkan akan bertemu beberapa menteri serta Ketua Kamar Dagang dan Industri Aljazair guna membicarakan langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam upaya mempererat hubungan perdagangan kedua negara. Salah satunya melalui kemungkinkan dibentuknya Preferensial Trade Agreement (PTA) antara Indonesia-Aljazair.

“Lewat kunjungan ini, kami berharap dapat berdiskusi secara langsung mengenai berbagai peluang kerja sama ekonomi yang lebih dalam dengan pemerintah Aljazair. Pada akhirnya mengurangi berbagai hambatan dan mendorong ekspor produk Indonesia, khususnya ke pasar Afrika,” ujar Enggartiasto melalui keterangan resmi, Rabu (21/11).

Baca juga: Relaksasi DNI  untuk Genjot Investasi

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Arlinda, yang turut serta dalam misi dagang mengatakan seluruh delegasi bisnis Indonesia akan dipertemukan dengan para pembeli potensial dari Aljazair secara langsung. Dengan demikian, potensi terjadinya transaksi menjadi lebih besar.

"Para buyer yang datang merupakan buyer potensial yang secara resmi diundang Kedutaan Besar RI Aljir. Misi dagang ini menjadi langkah awal bagi para pelaku usaha kedua negara untuk bertemu langsung, berinteraksi, dan membuka peluang kerja sama bisnis yang akhirnya akan mendorong ekspor ke Aljazair,” ucap Arlinda.

Adapun, beberapa pelaku usaha yang ikut bagian dalam kunjungan ke Aljazair berasal dari sektor minyak sawit dan turunannya, ban, produk olahan kopi, permen jahe, minuman cokelat instan, perhiasan mutiara, mi instan, produk dekorasi rumah, produk herbal, rempah-rempah, produk kelapa, produk spa, jasa konstruksi dan infrastruktur, minyak pelumas dan furnitur.

Misi Dagang Aljazair menandakan keseriusan pemerintah Indonesia untuk memfasilitasi kerja sama ekonomi, perdagangan, serta investasi dengan pemerintah maupun pelaku usaha Aljazair. Kunjungan tersebut diharapkan menjadi batu loncatan untuk membuka kerja sama antara kedua negara.

Pada 2017, total perdagangan Indonesia dengan Aljazair mencapai US$519,77 juta. Nilai itu sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar US$515,92 juta.

Sementara, pada periode Januari-Agustus 2018, total transaksi kedua negara sudah mencapai US$376,80 juta, meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2017 yang kala itu mencatatkan US$304,52 juta.

Secara rinci, dari total transaksi tersebut, ekspor Indonesia sebesar US$142,06 juta. Produk ekspor terbesar adalah minyak kelapa sawit, minyak nabati, kopi, ikan, kayu papan, pendingin dan benang. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya