Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI tukar rupiah relatif stabil terhadap dolar AS setelah Bank Indonesia (BI) memberi kejutan pada pasar pekan lalu dengan meningkatkan suku bunga untuk yang ke enam kalinya di tahun ini.
Kenaikan suku bunga ini dapat membatasi arus keluar modal dan mendukung rupiah, namun dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi.
"Ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve di bulan Desember, kemampuan rupiah untuk bertahan pun dinantikan," ujar Research Analyst FXTM, Lukman Otunuga, Rabu (21/11).
Selain ekspektasi kenaikan suku bunga AS, mata uang pasar berkembang tetap tertekan karena ketegangan dagang yang berkelanjutan dan kekhawatiran mengenai perlambatan pertumbuhan global.
"Apabila pasar terus menghindari risiko, rupiah seperti mata uang pasar berkembang lainnya terancam melemah," katanya.
Kewaspadaan pasar membuat investor memburu dolar yang tetap menjadi mata uang pilihan di saat yang serba tidak pasti.
Baca juga: Laju Stagnan Dolar AS harus bisa Dimanfaatkan Rupiah
Indeks dolar memantul menuju level 96,30 pada saat laporan ini dituliskan dan berpotensi terus menguat karena ekspektasi kenaikan suku bunga di bulan Desember. Prospek jangka pendek dan menengah dolar tetap sangat bullish, namun prospek jangka yang lebih panjang masih menjadi tanda tanya.
"Komentar hati-hati dari pejabat Fed Jumat lalu membuat investor mengevaluasi kembali langkah kenaikan suku bunga Fed setelah 2019," ulasnya.
Apabila ketegangan dagang berdampak negatif pada pertumbuhan global dan pasar berkembang anjlok karena apresiasi dolar, lanjut dia, Fed mungkin memperlambat siklus pengetatan moneter.
"Dari aspek teknis, Indeks Dolar masih berisiko terus melemah apabila bulls tidak berhasil mempertahankan level support 96,00," pungkasnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved