Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Gubernur The Fed, Richard Clarida, menilai perekonomian global mengalami perlambatan akibat isu dalam Eropa dan Tiongkok, hal itu membuat ekonomi AS pun ikut terkena dampaknya.
Pelaku pasar menilai ekonomi AS kemungkinan belum akan bertumbuh signifikan sehingga inflasi pun tidak akan melonjak dan pada akhirnya suku bunga The Fed dianggap belum akan dinaikan.
Adanya penilaian tersebut membuat dolar AS cenderung bergerak turun.
Laju dolar AS yang cenderung stagnan pada perdagangan valas dimanfaatkan Rupiah untuk kembali bergerak positif. Di sisi lain, seperti yang diberitakan global.
"Dari dalam negeri, masih adanya imbas sentimen positif membuat Rupiah mampu untuk kembali melanjutkan pergerakan positifnya," ujar analis asosiasi analis efek Indonesia Reza Priyamada, Rabu (21/11).
Pergerakan Rupiah mampu kembali melanjutkan kenaikan. Bahkan kembali ke level 14.500an per dolar AS.
Baca juga: Bank Mandiri Berikan Pinjaman Rpp440 M Buat Capex Pelindo I
Di perkirakan rupiah akan bergerak di kisaran 14.595-14.580. Laju rupiah yang melanjutkan tren kenaikannya kembali membuka peluang untuk dapat kembali melanjutkan kenaikan seiring masih adanya sejumlah sentimen dari dalam negeri antara lain kenaikan suku bunga acuan BI dan rilis paket kebijakan ekonomi.
Pada pembukaan perdagangan, Rabu (21/11), merujuk pada Investing, rupiah berada di Rp14.620,7 per dolar AS dan Rp14.635 per dolar AS merujuk pada Bloomberg dari penutupan Senin (19/11) lalu di 14.587,5 per dolar AS.
Menurut Reza, masih diarapkan sentimen dari dalam negeri masih bertahan positif untuk mendukung keberlanjutan kenaikan rupiah.
"Meski demikian, juga perlu diperhatikan rendahnya posisi dolar AS juga dapat dimanfaatkan spekulan untuk masuk," tukas Reza. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved