Produktivitas Pertanian Perlu Ditingkatkan

(Pra/E-2)
21/11/2018 01:30
 Produktivitas Pertanian Perlu Ditingkatkan
(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan pertanian merupakan salah satu sektor yang menyerap tenaga kerja paling besar. Menurut dia, dari total angkatan kerja yang mencapai 131 juta jiwa, 35 juta di antara mereka merupakan pekerja di bidang agribisnis.

Sayangnya, serapan yang begitu besar itu tidak diimbangi dengan produktivitas yang tinggi. “Ini masih menjadi persoalan. Produktivitas di sektor pertanian masih minim, padahal menyerap tenaga kerja yang sangat besar,” ujar Hanif saat membuka Seminar Hubungan Industrial di Jakarta, Senin (19/11).

Ia mengatakan sudah semestinya kementerian teknis terkait menciptakan kebijakan komprehensif yang mampu mendongkrak produktivitas secara signifikan di semua sektor pertanian.

“Kalau dari tenaga kerja, tentunya keahlian yang harus di-upgrade. Bagaimana mereka bisa menjalankan pertanian secara modern sehingga hasilnya lebih baik, sementara dari sisi perusahaan yang bergerak di bidang pertanian, harus ada mekanisme dan terobosan dari sarana dan prasarana. Kedua hal itu harus dilakukan secara komprehensif,” jelasnya.

Saat menanggapi hal itu, Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) Ketut Kariyasa mengklaim produktivitas tenaga kerja sektor pertanian terus tumbuh dalam tiga tahun terakhir.

Pada 2015, Kementan mencatat produktivitas sektor pertanian sebesar Rp21,76 juta per orang per tahun dan meningkat menjadi Rp23,92 juta per orang per tahun.

Angka tersebut dihitung berdasarkan rasio antara produk domestik bruto dan jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam sektor pertanian.

“Ini mengindikasikan bahwa setiap tenaga kerja yang terlibat pada sektor pertanian mampu menghasilkan output atau nilai tambah yang semakin besar. Kami juga mendorong petani untuk menerapkan inovasi teknologi pertanian seperti penggunaan benih varietas unggul baru, perbaikan manajemen pemupukan dan pengairan, termasuk juga mendorong penggunaan alat mesin pertanian modern,” ujarnya. (Pra/E-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya