Pemerintah Optimistis Layanan Air Bersih 100% Terwujud 2019

(Pra/S-25)
20/11/2018 22:30
Pemerintah Optimistis Layanan Air Bersih 100% Terwujud 2019
(ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) melalui Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) telah mengeluarkan hasil penilaian kinerja terhadap 374 PDAM dari 391 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang ada di Indonesia.

Penilaian dilakukan untuk periode tahun buku 2018 guna melihat dan mengukur tingkat kinerja manajemen, efisiensi, dan efektivitas pengelolaan PDAM. Hasilnya, sebanyak 223 PDAM atau sekitar 57% berkinerja sehat, naik dari tahun sebelumnya yang hanya 209 PDAM. Untuk PDAM yang kurang sehat tercatat sebanyak 99 unit atau 25%. Sebanyak 52 PDAM atau 13% berkinerja sakit dan 17 PDAM sisanya belum dinilai kinerja.

Semakin bertambahnya PDAM sehat membuat pemerintah optimistis target layanan air bersih 100% pada 2019 akan tercapai. “Perlu kerja keras untuk mencapai target tersebut baik melalui pembangunan jaringan perpipaan maupun nonperpipaan. Untuk itu, kita butuh lompatan agar target 100% layanan air layak minum dapat tercapai,” ujar Kepala BPPSPAM Bambang Sudiatmo di Jakarta, Senin (19/11).

Bambang menyatakan, penilai­an dilakukan bekerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang memiliki perwakilan di berbagai daerah dan berkompeten melakukan audit perusahaan. Penilaian dilakukan terhadap 18 indikator kinerja PDAM yang terbagi menjadi 4 aspek, yakni keuangan, pelayanan, operasional, dan sumber daya manusia.

Menurut Bambang, beberapa faktor yang memengaruhi naik-turunnya kinerja PDAM ialah tingkat kehilangan air (non-revenue water), efektivitas penagihan dan pelayanan air 24 jam, penerapan tarif secara full cost recovery, peningkatan jam operasi pelayanan, peningkatan efisiensi produksi, peningkatan konsumsi air, penggantian meter air, peningkatan cakupan dengan kerja sama investasi, dan peningkatan kompetensi SDM.

Untuk kenaikan kinerja bebera­pa PDAM di 2018, Bambang mengatakan salah satunya didukung bertambahnya jumlah PDAM yang meningkatkan jam operasional pelayanan meskipun tantangannya ialah efisiensi energi. Penggunaan inovasi teknologi juga dapat meningkatkan kapasitas produksi IPA PDAM.

“Misalnya, pada IPA Buaran dan Pulo Gadung yang awalnya kapasitasnya hanya 9.000 liter per detik, dapat meningkatkan kapasitas menjadi 10.500 liter per detik dengan tetap menjaga efisiensi biaya,” ujarnya. (Pra/S-25)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya