Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGUATAN rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepekan ke belakang diprediksi akan mendoong penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan ke depan (19-23 November).
Analis dari Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan, IHSG mengawali pekan pendeknya dengan terus berusaha menggeser rentang konsolidasi ke arah yang lebih baik.
"Stabilnya nilai tukar rupiah ditambah dengan kuatnya fundamental perekonomian dalam negeri turut menopang pola gerak IHSG hingga beberapa waktu mendatang," kata William, Minggu (18/11).
Seperti diketahui, pada akhir pekan lalu kembali menguat ke level Rp14.594 per dolar setelah di hari sebelumnya, Kamis (15/11) berada di angka Rp14.764. IHSG turut merespon dengan melaju hingga tembus di angkka 6012 di Akhir pekan lalu.
Baca juga: Depresiasi Rupiah Mengecil jadi 7,14%
William memproyesikan pada perdagangan Senin (19/11) IHSG akan bergerak pada rentang 5868-6123. Selain itu aliran dana masuk ke bursa saham Indonesia (capital inflow) juga turut akan mendongkrak performa IHSG sepekan ke depan. Diketahui pada akhir pekan lalu investor asin mencatatkan net buy sebesar Rp1,65 triliun.
"Adanya capital inflow yang terjadi secara berkelanjutan akan mendongkrak IHSG untuk dapat kembali menuju level tertinggi sepanjang masanya dalam beberapa waktu mendatang. IHSG hari ini berpotensi menguat." pungkasnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved