B20 Diyakini Bisa Tekan 0,2% Defisit Transaksi Berjalan Tahun Depan

Fetry Wuryasti
17/11/2018 16:05
B20 Diyakini Bisa Tekan 0,2% Defisit Transaksi Berjalan Tahun Depan
(ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Jefri Tarigan)

BANK Indonesia (BI) melihat dampak dari kewajiban penggunaan minyak solar dengan campuran biodiesel 20% (B20) ke defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) di tahun depan.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan, kewajiban B20 bisa menekan CAD sebesar 0,1 hingga 0,2% terhadap produk domestik bruto (PDB) di tahun depan. Adapun selama tahun depan, bank sentral menargetkan CAD di bawah 2,5% terhadap PDB.

"Hitungan kami, dampak positif, sekarang kan baru paruh jalan. Kami lihat full impact satu tahun, ke CAD 0,1-0,2% terhadap PDB," ujar Dody dalam pemaparan di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (17/11).

Terkait impor migas yang masih tinggi dan menjadi penyumbang terbesar defisit neraca perdagangan, dia akui masalah ini akan tergantung pada harga migas.

"Kalau dalam hitungan BI, sepanjang tidak ada upaya untuk menekan impor, memang defisit migas masih akan cukup besar, apalagi harga minyak masih tinggi," katanya.

Adanya program B20 ini paling tidak impor solar bisa berkurang. Sementara di satu sisi CPO Indonesia juga diharapkan akan meningkat.

"Sekarang kan kewajibannya baru 20% dari biodiesel yang ditetapkan. Kalau menuju 80%, tentunya akan berdampak ke impor solar, akan berkurang," tambahnya.

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia defisit US$1,82 miliar pada Oktober 2018.

Nilai defisit disebabkan oleh dari posisi neraca ekspor yang tercatat sebesar US$15,80 miliar atau lebih rendah dibandingkan nilai neraca impor sebesar sebesar US$17,63 miliar.

Impor migas juga tercatat masih lebih tinggi dibandingkan impor nonmigas. Neraca migas tercatat defisit lebih dalam dibandingkan surplus migas, neraca migas tercatat defisit US$10,7 miliar dari Januari-Oktober 2018. Sementara neraca nonmigas Januari-Oktober 2018 surplus US$5,22 miliar. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya