Dukung Industri Animasi, Kemenaker Ciptakan Creative Room

Andhika Prasetyo
16/11/2018 18:57
Dukung Industri Animasi, Kemenaker Ciptakan Creative Room
(ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

UNTUK mendukung perkembangan industri animasi di tanah air, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri meresmikan Creative Room di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Bekasi (BBPLK) Bekasi, Jawa Barat, Jum'at (16/11).

Menurut Hanif, keberadaan creative room sangat penting untuk pengembangan digital skills bagi generasi muda yang bertalenta di bidang animasi dan games.

"Tren ke depan, animasi dan games menjadi salah satu bisnis atau industri yang terus berkembang. Karena itu penyiapan tenaga terampil di bidang ini sangat penting. Terlebih konten animasi masih dikuasai produk luar negeri," ujar Hanif melalui keterangan resmi.

Melalui fasilitas pelatihan yang tersedia di creative room tersebut, Hanif berharap anak-anak muda bisa berkreasi dengan memberikan konten-konten ke- Indonesiaan dalam film-film animasi yang diciptakan baik untuk pasar lokal maupun global.

"Creative Room ini salah satu mimpi besar karena saya ingin ada terobosan-terobosan baru dalam meningkatkan pelatihan vokasi. Creative Room ini salah satu target saya sebagai Menaker untuk bisa upgrade kejuruan Teknologi Informasi di Bekasi yang fokus pada animasi dan games, " katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan industri animasi, lanjutnya, Kemenaker melalui BBPLK Bekasi mengadakan pelatihan Movie Animator antara lain 3D Modelling, 3D Animate, 3D Rigging, Editing & VFX, Storyboarding, Character Design, dan Teaching Factory.

“Pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan animator dan dapat terserap ke industri dengan bekerja di studio-studio maupun perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam bidang animasi," jelasnya.

Untuk meningkatkan kualitas produksi film, ia berencana untuk mengerjasamakan BBPLK dua industri besar di sektor terkait seperti Pixar dan Disney.

"Kalau bisa kerja sama dengan dua perusahaan itu, saya yakin kualitas dari digital skills anak-anak muda yang belajar di BBPLK akan diakui dunia internasional. Jadi tak sia-sia orang menghabiskan waktu untuk belajar di studio creative ini," tuturnya.

Saat ini, berdasarkan data Kemenaker, ada 6.000 lulusan teknologi informasi setiap tahun. Dari jumlah tersebut, sepertiga di antara mereka fokus pada bidang animasi.

"Ini menjadi tugas kita semua untuk meningkatkan angka lulusan yang ada. Pemerintah bersama swasta harus bersinergi untuk mengembangkan sektor ini di masa mendatang," tandasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya