Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Keuangan mencatat defisit Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Oktober 2018 sebesar Rp237 triliun atau 1,6% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, angka tersebut lebih kecil jika dibandingkan dengan defisit pada periode yang sama tahun lalu yakni sebesar 2,26% dari PDB.
Jumlah tersebut dihitung dari akumulasi pendapatan negara per Januari hingga Oktober sebesar Rp1.483,9 triliun yang kemudian dikurangi belanja negara sebesar Rp1.720,8 triliun.
Pendapatan negara sebesar Rp1.483,9 triliun itu sudah mencapai 78,3% dari yang dianggarkan pada APBN 2018 yakni Rp1.894,7 triliun. Jumlah tersebut melebihi capaian pada periode yang sama pada 2017 yang kala itu hanya sebesar Rp1,229 triliun.
Adapun belanja negara sebesar Rp1.720,8 triliun pada periode ini juga masih terbilang begitu masif. Pasalnya, pada periode yang sama di tahun sebelumnya, realisasi belanja negara hanya Rp1.537,4 triliun.
"Ini adalah perbaikan yang sangat signifikan. negatif growth (turun) 23,1% jika dibandingkan dengan 2017, oleh karena itu defisit sampai akhir Oktober hanya 1,6% dari GDP," kata Sri Mulyani saat jumpa pers APBN KiTa di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (15/11).
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menambahkan defisit ini membaik pasalnya proyeksi defisit yang dianggrakan dalam APBN 2018 tersebut lebih kecil dari APBN 2017 lalu.
"Jadi realisasi defisit dari yang dianggarkan juga lebih kecil dari tahun lalu, kondisi APBN kita signifikan kuat dan cukup baik," paparnya.
Seperti diberitakan, jumlah realisasi belanja tersebut meliputi belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.074,4 triliun mencapai 73,9% dari pagu APBN dan tumbuh 19,6% sementara transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp 646,4 triliun mencapai 84,4% atau tumbuh 1,2%.
Selain itu, realisasi pendapatan dalam negeri hingga akhir Oktober 2018 mencapai Rp 1.476,1 triliun tumbuh 20,4% atau mencapai 78% dari target APBN.
Penerimaan tersebut terutama berasal dari Penerimaan Pajak yang tumbuh 17% dengan capaian Rp1.160,7 triliun. PNBP sebesar Rp315,4 triliun tumbuh 34,5%.
Hingga akhir tahun, defisit anggaran diproyeksikan hanya berada di kisaran 1,96%-1,98% terhadap PDB. Lebih rendah dari yang diasumsikan di dalam APBN yang mencapai 2,19%.
"Intinya defisit anggaran tidak akan lebih dari 2%," tandas Menkeu. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved