Kementerian PU-Pera Bangun Embung untuk Dukung Pertanian

(Pra/E-3)
16/11/2018 03:30
Kementerian PU-Pera Bangun Embung untuk Dukung Pertanian
(MI/HENDRI SIAGIAN )

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) telah menyelesaikan pembangunan Embung Serbaguna Pea Parsinagaan di Ronggor Nihuta, Samosir, Sumatra Utara, untuk mendukung pengembangan sektor pertanian.

Embung tersebut akan berfungsi sebagai tampungan air untuk pemenuhan kebutuhan air baku dan pengairan 200 hektare (ha) lahan pertanian di sekitar wilayah yang dikenal dengan kelangkaan airnya tersebut.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra II Roy Pardede menyampaikan selama ini masyarakat kerap kesulitan dalam mendapatkan pasokan air. Lahan pertanian yang ditanami berbagai komoditas seperti jagung, kacang, dan sayuran pun akhirnya tidak mampu memberikan hasil maksimal.

“Sebelumnya, masyarakat harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, dengan telah dibangunnya embung ini, masyarakat setempat akan merasakan manfaatnya yang lebih besar. Masyarakat merasa senang dan bersyukur atas manfaat yang banyak,” ungkap Roy melalui kete­rangan resminya, Kamis (15/11).

Roy menambahkan, selain sebagai bangunan tampungan air, Embung Serbaguna Pea Parsinagaan dapat dimanfaatkan sebagai objek pariwisata.

Nantinya masyarakat juga dapat melakukan budi daya perikanan di sekitar embung tersebut. Di samping itu, masyarakat dapat memfungsikan embung sebagai sumber air irigasi.

Embung Serbaguna Pea Parsinagaan memiliki luas genangan air sebesar 33,09 ha, dengan debit volume tampung­an sebanyak 486,10 meter kubik. Pekerjaan pembangunan embung dilengkapi dengan saluran pengelak (intake) dan pembuatan bangunan pelimpah saluran.

Pembangunan Embung Serbaguna Pea Parsinagaan dilaksanakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra II sejak April 2018 dan telah selesai pada November 2018. Pengerjaan dilimpahkan ke­pada PT Siman Eranesia Ardesplan de­ngan biaya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar Rp7,97 miliar. (Pra/E-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya