Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik, pada Kamis (15/11), merilis data impor jagung sepanjang Januari hingga Oktober 2018 mencapai 502,8 ribu ton dengan nilai sebesar US$110 juta.
Jumlah tersbeut lebih besar dari impor jagung pada periode yang sama di tahun sebelumnya yang hanya 414,5 ribu ton dengan nilai US$92,3 juta.
Dengan data tersebut, dapat dipastikan klaim Kementerian Pertanian terkait swasembada jagung terbantahkan. Selama ini, Menteri Pertanian Amran Sulaiman berkeras bahwa produksi jagung mencapai 30 juta ton, jauh melebihi angka kebutuhan 15,5 juta ton. Artinya, terdapat surplus sebanyak 13,5 juta ton. Dengan surplus tersebut, Kementan mengatakan telah menutup keran impor jagung dan telah mengekspor komoditas tersebut ke beberapa negara tetangga.
Bertumpu pada tersebut, BPS memperkirakan impor jagung sedianya telah dilakukan sejak awal tahun, jauh sebelum Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, melalui rakortas, atas rekomendasi Kementan, memutuskan membuka impor jagung sebesar 100 ribu ton per 2 November silam.
Adapun, jagung sebanyak itu diimpor bukan untuk keperluan pakan ternak melainkan untuk bahan baku industri makanan dan minuman yang kemudian diolah menjadi popcorn, gula jagung dan lain sebagainya.
Saat dimintai keterangan, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Sumardjo Gatot Irianto mengatakan pihaknya sepanjang tahun ini, pihaknya tidak memberikan rekomendasi impor komoditas jagung berapapun dan kepada siapapun.
“Kami tidak keluarkan rekomendasi,” ujar Gatot singkat. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved