Segera Wujudkan Tol Laut

Tesa Oktiana Surbakti
31/3/2015 00:00
Segera Wujudkan Tol Laut
Presiden Jokowi (kiri) meninjau Transportasi Massal Terintegerasi di Stasiun Dong Zhi Men Beijing Tiongkok.(ANTARA/Laily-Setpres)

DALAM perbincang-an dengan Presiden Joko Widodo di Great Hall of the People, Beijing, Kamis (26/3), Presiden Tiongkok Xi Jinping menanyakan kembali rencana Indonesia membangun proyek tol laut.

Dengan antusias Presiden Jokowi menjelaskan kepada sahabatnya itu tentang keseriusan Indonesia membangun tol laut secepatnya untuk menekan tingginya biaya pengiriman logistik di tengah merambat naiknya harga minyak dunia dan kecenderungan menguatnya dolar AS terhadap rupiah.

"Ke depan Tiongkok dan Indonesia sepakat memajukan konektivitas infrastruktur maritim dan meningkatkan kerja sama pengembangan kemaritiman," kata Presiden Jokowi seusai pertemuan.

Bagi negara kepulauan seluas Indonesia, percepatan proyek tol laut menjadi keniscayaan karena selain dapat memangkas biaya pengiriman logistik juga bisa menekan dana pemeliharaan jalan (pantura) yang selama ini menelan biaya Rp1,8 triliun per tahun, mengurangi kemacetan di jalur pantura, dan meminimalkan tingkat polusi udara.

"Biaya angkutan laut jelas lebih murah daripada angkutan darat. Nah, agar tol laut kelak menjadi pilihan, harus ada yang diunggulkan, yakni keandalan, frekuensi tinggi, dan efisiensi agar cost menjadi murah. Tiga aspek itu betul-betul harus diperhatikan," kata Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joost Lino kepada Media Indonesia, kemarin.

Menurut Lino, pihaknya kini tengah menguji coba rute Belawan-Jakarta-Surabaya-Makassar empat kali sepekan menggunakan kapal berbobot 2.000 twenty foot equivalent units (TEUs).

Selain itu, Jakarta-Surabaya-Makassar-Ambon dua kali seminggu dengan kapal 1.000 TEUs, juga Jakarta-Surabaya-Makassar-Bitung dua kali seminggu dengan kapal 1.000 TEUs.

"Perusahaan pelayaran Temas melayani rute Belawan-Jakarta-Surabaya-Makassar-Sorong dan perusahaan Meratus untuk rute Belawan-Jakarta-Surabaya-Makassar. Masing-masing sekali seming-gu," ujarnya.

Subsidi operasi

Sebelumnya, pemerintah sudah mengoperasikan dua rute pelayaran jarak pendek (short sea shipping) yang masuk proyek tol laut.

Menurut Direktur Transportasi Bappenas Bambang Prihartono, kedua rute tersebut ialah Sorong-Waisai dan Surabaya-Makassar.

"Sementara melayani angkutan manusia dan logistik oleh Pelni."

Ke depan, untuk menarik minat perusahaan pelayaran swasta, Kementerian Perhubungan menawarkan subsidi bagi pengusaha yang mengangkut barang ataupun penumpang menggunakan tol laut.

Menurut Dirjen Perhubungan Laut Bobby R Mamahit, subsidi itu untuk membantu pelaku usaha menutup biaya operasi.

"Setelah komersial baru kami cabut subsidinya. Kami telah mengkaji wilayah yang dianggap tidak komersial untuk diberi subsidi. Rute-rute itu ditawarkan kepada Indonesia National Shipowners Association (INSA). Tetapi kami mewajibkan pemilik kapal memenuhi persyaratan, seperti perawatan kapal secara reguler sehingga layak beroperasi," ungkap Bobby.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Tutum Rahanta mendesak pemerintah tidak membuang-buang waktu lebih lama untuk merealisasikan proyek tol laut tersebut.

"Tetapi harus dibenahi juga waktu bongkar muat barang dengan antrean panjang itu. Waktu bongkar muat di pelabuhan Indonesia dinilai lama karena otoritas terkesan berbelit-belit. Pemerintah harus bisa mengatasi itu semua," tandas Tutum.

(Bow/Ant/X-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya