PLN Raih Pendanaan Rp4,5 T untuk Proyek Gardu Jawa Bagian Tengah

Cahya Mulyana
14/11/2018 15:10
PLN Raih Pendanaan Rp4,5 T untuk Proyek Gardu Jawa Bagian Tengah
(ANTARA FOTO/Reno Esnir)

PT PLN (Persero) (PLN) kembali mendapatkan kepercayaan dari Perbankan Nasional melalui pinjaman sindikasi sebesar Rp4,5 triliun. Itu untuk mendanai pembangunan Gardu Induk dan Transmisi di Regional Jawa Bagian Tengah, yang merupakan bagian dari program 35.000 MW.

Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto mengatakan pinjaman dari perbankan nasional ini mendapatkan Jaminan Pemerintah sesuai kriteria dalam Perpres 4 Tahun 2016 dan PMK No. 130 Tahun 2016. 

Hal ini kembali menegaskan kuatnya dukungan Pemerintah kepada PLN selaku pelaksana penugasan Program 35 GW.

“Selain cost of fund pinjaman yang kompetitif, pendanaan sindikasi ini juga meningkatkan portofolio Rupiah pada pinjaman PLN serta menunjukkan dukungan perbankan nasional dalam mendanai pembangunan infrastruktur,” ujar Sarwono dalam keterangan resmi, Rabu (14/11).

Menurut dia, PLN pada Oktober 2018 juga berhasil mendapatkan komitmen pendanaan untuk Program 35.000 MW. Itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian fasilitas pinjaman sindikasi senilai US$1,62 miliar dengan 20 bank internasional.

 

Baca juga: Kehadiran MRT dan LRT Berkah untuk PLN

 

Ia menjelaskan, pembangunan gardu induk dan transmisi di Regional Jawa Bagian Tengah ini, meliputi pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV di daerah Jawa Tengah, sampai dengan Jawa Barat. Itu termasuk pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Kedung Badak-Bogor Baru, di Jawa Barat.

Infrastruktur kelistrikan yang sedang dibangun ini sangat penting bagi PLN untuk evakuasi daya dari pembangkit yang berlokasi di Jawa Bagian Tengah dan Bagian Timur ke sumber beban di Jawa Bagian Barat dan Jakarta. 

"Gardu induk dan transmisi ini akan mengevakuasi sumber energi murah dari pembangkit di bagian tengah dan timur, dan sekaligus meningkatkan keandalan pelayanan sistem Jawa Bali," paparnya.

Sarwono menjelaskan pembangunan gardu induk dan transmisi ini akan mendukung usaha PLN dalam menyediakan listrik dengan harga yang terjangkau. 

"Kemudian ini juga dapat menjadikan tarif listrik yang kompetitif bagi industri serta bisnis, untuk menunjang pertumbuhan ekonomi nasional," pungkasnya.

Mewakili pemberi pinjaman, Direktur Corporate Banking BRI, Kuswiyoto, menyatakan bahwa pemberian kredit sindikasi kepada PLN merupakan salah satu komitmen bank-bank sindikasi dalam mendukung program pengembangan infrastruktur pemerintah. Khususnya di sektor kelistrikan dan untuk mensukseskan program penyediaan listrik serta rasio elektrifikasi nasional.

Pinjaman kredit sindikasi yang ditandatangani di Jakarta ini, didapatkan dari sindikasi PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk (BRI), yang juga bertindak selaku agen sindikasi PT Bank Mandiri (persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk (BNI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA). (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya