Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KARGO merupakan salah satu penyumbang defisit transaksi berjalan terbesar dari sektor jasa. Para pelaku ekspor dan impor nasional dinilai masih belum banyak menggunakan jasa pelayaran lokal dalam penyelenggaraan perdagangan luar negeri mereka.
Hal itulah, menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, yang berkontribusi menggerus devisa negara.
"Jadi kita ekspor barang, kita dapat devisa. Tetapi kita pakai kapal asing, devisa keluar juga untuk bayar sewa itu," ujar Bambang di kantornya, Jakarta, Rabu (14/11).
Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2017 tentang Ketentuan Penggunaan Angkutan Laut dan Asuransi Nasional untuk Ekspor dan Impor Barang Tertentu pun nampaknya belum bisa meminimalisir penggunaan kapal asing untuk keperluan perdagangan luar negeri.
Pasalnya, titik persoalan utama berada pada sedikitnya jumlah kapal besar lokal yang memiliki jalur pelayaran langsung ke luar negeri.
"Kapal besar ini belum banyak dimiliki perusahaan-perusahaan Indonesia jadi kita tergantung kepada kapal kapal asing yang memang sudah lama sekali mengusaai bidang itu," tutur Bambang.
Pemerintah, lanjutnya, sudah mendorong para pelaku usaha perkapala untuk memperkuat armada mereka.
"Kami juga meminta mereka menciptakan lebih banyak lagi rute langsung ke pelabuhan tujuan internasional, seperti Asia Timur, Eropa dan lain sebagainya," ucap Bambang.
Baca juga: Sektor Kelautan dan Perikanan harus bisa Dorong Ekspor
Pada kesempatan yang sama, Direktur Komersial Pengembangan Bisnis Pelindo II, Saptono Irianto, mengakui bahwa kapal besar asing memang masih mendominasi pengiriman barang dari Indonesia ke luar negeri maupun sebaliknya.
"Kalau pakai sewa, konsekuensinya pendapatan memang sebagian dikeluarkan untuk bayar sewa kapal," ujar Saptono.
Kendati demikian, ia mengatakan sekarang juga sudah banyak kapal-kapal kecil dan menengah yang sudah dimanfaatkan dan memiliki jalur perdagangan global.
"Penggunaan kapal besar atau kecil itu tergantung pada apa dan berapa besar yang dikirim. Pengusaha juga melihat kemana jurusannya. Kalau yang dikirim tidak banyak, masa pakai yang besar. Kalau melalui alur pendek, juga tidak bisa pakai kapal besar, nanti kandas dia," jelasnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved