Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANAK-ANAK Teluk Bintuni, Papua Barat mendapatkan akses mengikuti pelatihan teknik industri dan migas dari Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas (P2TIM).
Pelatihan yang telah masuk batch 2 ini diharapkan meningkatkan sumber daya manusia serta diserap pelaku usaha.
"Siswa yang dididik di P2TIM Bintuni berkualifikasi. Mereka memenuhi standar dalam dan luar negeri," kata Managing Director Petro Tekno Technical School Hendra dalam keterangan resmi, Rabu (14/11).
Ia mengungkapkan pihaknya berharap banyak perusahaan mempekerjakan lulusan P2TIM. Pelaku usaha juga bisa melihat langsung kegiatan P2TIM dan menilai langsung kualitas para siswa.
"Ada baiknya kontraktor kontrak EPCI yang punya proyek migas maupun industri di luar oil and gas dapat melihat langsung proses bagaimana pendidikan di sini," jelasnya.
Baca juga: Warga Katingan: BBM Satu Harga Bantu Masyarakat Miskin
Seluruh siswa yang dididik di P2TMI dibiayai dari APBD Kabupaten Bintuni dan tinggal di Camp Siswa atau asrama serta diberikan fasilitas makan, minum berikut gratis laundry pakaian selama pendidikan.
P2TIM merupakan lembaga yang dibentuk Pemkab Bintuni bekerja sama dengan Petro Tekno Technical School pada awal 2017 lalu. Pembentukan P2TIM merupakan strategi Pemkab Bintuni guna mempersiapkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan untuk bekerja di sektor industri kimia maupun migas.
Pada angkatan pertama, P2TIM telah meluluskan 100 orang siswa yang seluruhnya telah diterima bekerja pada berbagai industri di sekitar wilayah Bintuni,Jakarta dan Kucing,Malaysia.
"Angkatan Pertama (Batch#1) P2TIM sudah tidak ada yang nganggur lagi. CSTS terima 20 scaffolder (alumni). Lalu dari Super Crane terima 39 tenaga rigger dan sisanya di Sarku Engineering. Jadi semua lulusan P2TIM dipastikan kerja," kata Bupati Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, Petrus Kasihiw.
Adapun angkatan kedua, P2TIM akan menerima sebanyak 100 siswa yang akan dibagi menjadi 5 kelas. Selama 3,5 bulan, para siswa di P2TIM akan dibekali pelatihan dan pendidikan dari tenaga ahli yang disiapkan PetroTekno khususnya di bidang scaffolding dan rigging (lifting).
Pengetahuan siswa semakin sempurna karena materi pelatihan di P2TIM juga didukung peralatan teknik yang betul-betul sama dengan peralatan yang digunakan oleh perusahaan kimia maupun migas.
Tak hanya mendapat pelatihan dan akomodasi yang seluruhnya ditangggung Pemkab Bintuni, para siswa lulusan P2TIM juga mendapat sebanyak 18 sertifikat berstandar internasional seperti EC ITB. Selain mendapat pelatihan teknis, para siswa P2TIM juga dibekali pengetahuan matematika dan bahasa Inggris. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved