Pasokan Beras Medium di Pasaran Minim

(Pra/E-3)
14/11/2018 05:15
Pasokan Beras Medium di Pasaran Minim
(ANTARA FOTO/Rahmad)

HARGA beras level medium menuju akhir tahun terus merang­kak naik. Dari data Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Selasa (13/11)., misalnya, harga beras medium IR-64 kualitas I tercatat Rp10.550 per kilogram (kg) atau naik Rp200 dari Rp10.350 per kg pada bulan lalu.
IR-64 kualitas II juga me­lonjak dari Rp9.625 per kg menjadi Rp9.925 per kg. Bahkan, IR-64 kualitas terendah harganya mencapai Rp9.200 per kg dari bulan lalu yang hanya Rp8.825 per kg.

Menurut Ketua Umum Kope-rasi PIBC Zulkifli Rasyid, kenaikan harga beras itu karena minimnya stok beras medium di pasaran. Dia mengakui saat ini stok beras di PIBC memang melimpah hingga mencapai 51 ribu ton. Namun, sebagian besar ialah beras dengan kualitas bagus atau premium.

“Persediaan beras premium menumpuk karena saat ini periode panen gadu,” kata ­Zulkifli di Jakarta, Selasa (13/11).

Zul, begitu sapaan akrabnya, menyarankan satu-satunya upaya rasional yang segera dilakukaan saat ini untuk menurunkan harga beras medium ialah menggelontorkan stok milik Perum Bulog ke pasar.

Pasalnya, beras-beras impor sebesar 1,8 juta ton yang didatangkan dari berbagai negara seperti Thailand dan Vietnam memiliki kualitas setara medium sehingga akan mampu membantu menurunkan harga beras di pasaran.

“Persediaan (stok beras) kan ada dari impor, kenapa dita­han-tahan? Buat apa disimpan-simpan? Itu seha­rusnya dikeluarkan untuk masa-masa seperti sekarang,” tegasnya.

Zul pun memastikan hingga saat ini tidak ada beras impor milik Bulog yang diguyurkan ke pasar terutama ke PIBC dalam jumlah besar.

Saat dimintai konfirmasi, Direktur Operasional Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengungkapkan secara harian saat ini perseroan bisa mengeluarkan stok hingga 3.000 ton ke pasar. Sejak awal tahun, jumlah beras yang telah digelontorkan ke pasar sebesar 400.000 ton.

Namun, ia mengakui pe­nyaluran beras Bulog ke wilayah Ibu Kota Jakarta memang masih minim, yakni hanya 21 ton per hari.

Karena itu, BUMN pangan tersebut kini tengah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk DKI Jakarta, untuk dapat menya-lurkan lebih banyak beras sehingga harga bisa semakin ditekan. (Pra/E-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya