Menkeu: Alokasi Anggaran untuk SDM belum Tepat Sasaran

Fetry Wuryasti
13/11/2018 20:10
Menkeu: Alokasi Anggaran untuk SDM belum Tepat Sasaran
(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

MENTERI Keuangan Sri Mulyani menilai kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia masih harus ditingkatkan. Pasalnya, berdasarkan data human capital index yang dirilis Bank Dunia beberapa waktu lalu, kualitas SDM Indonesia berada di urutan 87 dari 157 negara.

"Human capital index Indonesia di 0,53%. Indonesia sebagai middle income country kalau dibandingkan dengan negara-negara middle income yang relatif rendah, bagus. Tetapi kalau dibanding negara-negara middle income yang agak baik adalah yang paling rendah," kata Sri Mulyani dalam acara Institute Habibie Awards di Jakarta, Selasa (13/11).

Menkeu melanjutkan seharusnya SDM dipandang sebagai aset paling penting dalam negara. Untuk itu, 20% dari APBN dialokasikan pada sektor pendidikan. Tahun ini, dialokasikan dana Rp440 triliun untuk pendidikan. Sebagian lainnya dialokasikan untuk dana abadi pendidikan, guna membayar beasiswa mahasiswa sekolah di universitas-universitas terbaik dunia.

Pengamat ekonomi Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan sebenarnya alokasi 20% dana pendidikan dari APBN sudah tepat. Namun penggunaannya yang belum tepat karena habis untuk belanja rutin seperti gaji guru, operasional harian dan sarana penunjang pendidikan fisik.

"Sebaiknya anggaran berdasarkan outcome yang lebih tepat sasaran. Sebagai contoh perbaikan kurikulum dasar, standardisasi guru hingga sekolah menengah, dan memasukan topik yang relevan dengan perkembangan digital seperti pelatihan coding dan sebagainya," tukas Bhima saat dihubungi. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya