Indonesia Dorong Penyelesaian Kerangka Kerja Sama RCEP

Nur Aivanni
13/11/2018 20:05
Indonesia Dorong Penyelesaian Kerangka Kerja Sama RCEP
(MI/RAMDANI)

PEMERINTAH Indonesia mendorong penyelesaian kerangka kerja sama Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa semua negara terkait memberikan dukungan penuh terhadap penyelesaian kerangka kerja sama RCEP tersebut.

"Mereka memberikan dukungan dan support penuh karena Indonesia sebagai country coordinator, kita akan mengambil langkah-langkah yang cukup signifikan dalam RCEP dan juga dengan bilateral," kata Enggar di Hotel Conrad, Singapura, Selasa (13/11).

Pada kesempatan sebelumnya, Enggar menyampaikan bahwa masih ada tiga chapter dalam kerangka kerja sama RCEP yang masih belum disepakati.

"Kalau chapter ini sudah bisa kita selesaikan, maka progres ini menjadi kemajuan yang luar biasa," katanya.

Enggar mengatakan bahwa beberapa hal yang masih belum disepakati antara lain mengenai kompetisi dan mekanisme dispute settlement.

"Terutama mengenai kompetisinya. Ada beberapa negara yang masih menyampaikan keberatannya. Di satu sisi, masih ada satu lagi kelompok negara juga yang begitu keras untuk membuka akses pasar itu sendiri di dalam kompetisi ini," katanya.

Kendati demikian, Enggar mengatakan bahwa pihaknya tetap menjembatani kendala-kendala yang ada.

"Tapi satu hal, yang positif adalah pada dasarnya ASEAN itu satu suara. Tinggal kita bagaimana untuk menyatukan dengan negara-negara yang lain," kata Enggar.

Seperti diberitakan, RCEP merupakan rencana kesepakatan perdagangan bebas yang digagas 10 negara anggota ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Myanmar, Kamboja, Vietnam, Laos, Brunei, dan Singapura dengan enam mitra strategisnya yaitu Australia, China, India, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru.

Selain itu, Enggar pun menyampaikan bahwa dalam rangkaian KTT ASEAN ke-33 tersebut juga telah disepakati kerja sama perdagangan elektronik (e-commerce).

"Kerja sama e-commerce yang kita tanda tangani itu kesepakatan di antara ASEAN bahwa kita ini jadi satu, dan ini bagusnya pertama kali di dunia," pungkasnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya