Pemerintah masih Waspadai Pergerakan Rupiah

Fetry Wuryasti
13/11/2018 19:10
Pemerintah masih Waspadai  Pergerakan Rupiah
( ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

PEMERINTAH beralasan gerak rupiah dalam beberapa waktu terakhir masih mungkin mengalami penguatan ataupun pelemahan. Naik turunnya kurs nilai tukar rupiah disebabkan oleh sentimen dalam negeri maupun luar negeri.

"Pergerakan rupiah selalu ada saja alasannya dari luar, alasan dari dalam (negeri)," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Selasa (13/11)

Dia menambahkan, dinamika global terus mempengaruhi gerak mata uang rupiah. Tak hanya rupiah, perkembangan global yang didominasi berasal dari Amerika Serikat (AS), juga berdampak bagi gerak mata uang dunia.

"Kondisi global dan dinamika yang ada itu harus kita jaga, waspadai, dan bagaimana menjaga ekonomi kita agar bisa absorb itu," jelas dia.

Sementara di dalam negeri, defisit transaksi berjalan (CAD) yang meningkat di Kuartal III-2018 memberi sentimen negatif bagi rupiah. Namun, menurut Menkeu, pemerintah telah mengambil kebijakan untuk menjaga CAD.

"Mengenai CAD, saya rasa kita sudah membahasnya dalam sidang kabinet, dalam Menko Perekonomian, langkah-langkah yang dilakukan kementerian/lembaga, terutama dunia usaha dan dengan BI, OJK. Kami akan jalankan terus," pungkasnya.

Rupiah pada perdagangan Selasa (13/11) berada pada Rp14.805 per dolar AS pada penutupan perdagangan. Rupiah menguat tipis 0,1% jika dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya di level Rp14.820 per US$1. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya