Pertumbuhan di Kisaran Moderat

Try/Dro/X-6
13/11/2018 07:50
Pertumbuhan di Kisaran Moderat
(Ist)

KEMENTERIAN Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) masih meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia 2018 secara keseluruhan dapat mencapai 5,2%. Hal itu dipastikan dari kepercayaan atau confidence yang masih cukup kuat.

Staf Ahli Bappenas Bambang Priambodo dalam acara Indonesia Economic Outlook 2019 di Depok, Jabar, kemarin, mengatakan, dalam diagnosis Bappenas, tantangan ekonomi terbesar di Indonesia ialah meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Selama beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi berada di kisaran moderat sekitar 5%, jauh di bawah rata-rata keuangan negara Asia.

Oleh karena itu, Indonesia perlu memiliki pendapatan ekonomi tinggi dalam dua dekade mendatang dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga mendekati 6%. Kesenjangan tersebut harus diisi dengan reformasi kebijakan.

"Cerita utama di balik pertumbuhan ekonomi stagnan ialah kisah produktivitas. Tingkat produktivitas Indonesia relatif rendah jika dibandingkan dengan negara-negara dan setelah krisis Asia. Produktivitas kita tumbuh tidak secepat negara sebaya," ujar Bambang.

Setelah menggali lebih dalam, Bappenas menemukan pendorong utama produktivitas rendah ialah masalah transformasi struktural. Lebih dari 30% tenaga kerja bekerja di sektor pertanian.

Pangsa industri manufaktur masih pada tingkat relatif tinggi, tetapi jika dibandingkan dengan pangsa industri manufaktur, Indonesia disebut jatuh terlalu dini.

Pada bagian lain, Presiden Joko Widodo menerima sejumlah bupati dari berbagai daerah di Istana Negara, Jakarta, kemarin. Dalam pertemuan tersebut Presiden mengungkapkan akan membahas sejumlah isu dengan para bupati, dengan salah satunya isu ekonomi.

"Pertama-tama saya sampaikan terima kasih atas kehadirannya. Ini ada yang dari Sangihe, ada yang dari Papua, Aceh, Aceh Timur, Donggala juga ada," tutur Presiden Jokowi, kemarin.

Dalam pertemuan itu, Presiden mengatakan ia akan menyampaikan sejumlah informasi, termasuk yang terkait dengan perkembangan ekonomi. "Saya kira kita semua tahu bahwa ekonomi global saat ini sedang pada posisi yang sulit dan tidak menguntungkan kita (Indonesia) secara pertumbuhan (ekonomi)," terang Presiden. (Try/Dro/X-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya