Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Menteri Pertanian Anton Apriyantono menyarankan agar Perum Bulog menurunkan stok beras simpanan mereka guna pengendalian harga beras yang telah merangkak naik untuk jenis beras medium.
"Sekarang harusnya sudah menggelontorkan. Apalagi saat ini Bulog kan sudah bebas melakukan operasi pasar di sepanjang tahun," ucap menteri pertanian periode 2004-2009 itu dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, kemarin.
Ia berpendapat kenaikan beras jenis medium itu seiring dengan mulai menipisnya produksi di akhir tahun.
Anton menilai untuk besaran beras simpanan, stok mencapai hingga 2,4 juta ton sudah dapat diturunkan untuk menjaga harga hingga akhir tahun. Apalagi menurutnya, dengan lansiran data beras terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatatkan surplus 2,85 juta ton, stok di pasaran bisa sangat pas-pasan hingga akhir tahun. Hal ini terlihat dari mulai meningkatnya harga gabah di tingkat petani.
"Ada potensi kekurangan beras di akhir tahun. Kan tiap tahun selalu begitu, akhir tahun sampai Februari biasa ada kekurangan. Enggak ada surplus," katanya.
Apalagi, catatan surplus yang dirilis BPS lebih banyak tersimpan di rumah tangga.
Senada dengan Anton, akademisi UI Mohamad Ikhsan mengatakan terus menanjaknya harga beras bukanlah keanehan yang terjadi akibat perdagangan. Kondisi itu tak lain disebabkan memang panenan sudah berkurang. Harga gabah dari petani pun dilihatnya memang juga sudah melambung.
Ia memperkirakan, untuk bisa mencapai harga normal beras medium, setidaknya Bulog mesti menggelontorkan stoknya sebanyak 100 ribu ton per bulan.
Dalam data beras terbaru yang dirilis BPS beberapa minggu lalu, diproyeksikan akan terjadi defisit beras hingga 2,53 juta ton dalam kisaran Oktober hingga Desember 2018.
Butuh pasokan
Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi, mengakui pihaknya butuh gelontoran beras dari Bulog. Itu disebabkan harga beras medium di Pasar Cipinang yang saat ini sudah berkisar Rp9.100 per kilogram. Padahal, normalnya, harga beras medium di pasar tersebut sekitar Rp8.700 per kilogram.
Seperti diketahui, memasuki pekan kedua November 2018, terjadi kenaikan harga beras medium akibat turunnya volume pasokan ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC). Menteri Pertanian Amran Sulaiman membenarkan kenaikan harga beras medium disebabkan anomali penggilingan beras medium menjadi premium.
Ketua DPR Bambang Soesatyo menegaskan laju kenaikan harga beras medium harus segera dihentikan. Hal itu agar masyarakat kelas menengah bawah tidak dirugikan.
Sebagai regulator, tim ekonomi Kabinet Kerja bersama Bulog harus segera memastikan kecukupan volume beras medium sesuai dengan permintaan pasar.
"Ketika terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok, apalagi beras, kekuatan oposisi akan menggoreng isu kenaikan harga untuk merusak kredibilitas pemerintah," ujar Bambang Soesatyo, (E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved