Klaim Prabowo soal Ekonomi Pas-pasan Dibantah Bank Dunia

Fetry Wuryasti
12/11/2018 15:57
Klaim Prabowo soal Ekonomi Pas-pasan Dibantah Bank Dunia
(ANTARA)

CALON Presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan bahwa 99% orang Indonesia memiliki ekonomi yang pas-pasan. Prabowo mengaku mendapatkan data itu dari Bank Dunia.

Menanggapi hal tersebut, Lead Economist Bank Dunia Vivi Alatas menampik adanya data seperti yang dikatakan Prabowo saat menghadiri Deklarasi Emak-emak Binangkit relawan Prabowo-sandi di Bali, Sabtu (20/10) lalu. "Bukan data kami, itu bukan perhitungan kami. Saya tidak tahu itu dari siapa," ujar Vivi di Depok, Senin (12/11).

Vivi menjelaskan, saat ini 22% masyarakat Indonesia masuk dalam kategori kelas menengah. Kemudian, 5% lainnya masuk kelas atas dan 45% masuk golongan kelas menjelang menengah, namun tidak miskin dan tidak rentan. Sedangkan 9% sisanya masuk dalam kategori warga miskin.

"Orang miskin di Indonesia itu bergantian. Bencana alam juga bisa menyebabkan orang masuk dalam kategori miskin. Ada yang baru keluar dari jurang kemiskinan bisa kembali lagi karena bencana," jelas dia.

Baca juga: Presiden Ingatkan Ancaman Intoleransi Kepada Milenial

Menurut Vivi, salah satu faktor penyebab kemiskinan adalah harga beras yang tinggi. Dia menyebutkan, hal tersebut karena beras adalah komoditas yang sangat penting untuk seluruh rakyat Indonesia.

"Jadi setiap ada 10% kenaikan harga beras maka ada 1,2 juta orang miskin baru. Memastikan harga beras affordable (terjangkau) menjaga  kelompok yang sudah naik kelas, tidak turun kelas menjadi miskin lagi," jelasnya.

Sebelumnya, Prabowo menyebut ketimpangan ekonomi masih terjadi di Indonesia. Bahkan saat ini, menurut Prabowo, sebanyak 99% masyarakat Indonesia memiliki ekonomi yang pas-pasan.

"Hasil ini adalah data, fakta yang diakui oleh Bank Dunia, oleh lembaga-lembaga internasional. Yang nikmati kekayaan Indonesia kurang dari 1 persen. Yang 99 persen mengalami hidup yang sangat pas-pasan, bahkan sangat sulit," kata Prabowo. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya