Yakin Pertumbuhan Ekonomi Bisa 6%, Produktivitas Harus Dikejar

Fetry Wuryasti
12/11/2018 14:05
Yakin Pertumbuhan Ekonomi Bisa 6%, Produktivitas Harus Dikejar
(ANTARA)

KEMENTERIAN Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) masih yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2018 berada pada level 5,2%.

Dalam diagnosis Bappenas, tantangan ekonomi terbesar di Indonesia adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Selama beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi telah moderat untuk sekitar 5%, jauh di bawah rata-rata keuangan negara Asia.

Oleh karena itu, Indonesia perlu memiliki pendapatan ekonomi yang tinggi dalam dua dekade mendatang, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga mendekati 6%. Kesenjangan ini harus diisi dengan reformasi kebijakan.

"Berdasarkan diagnosis kami, cerita utama di balik pertumbuhan ekonomi stagnan adalah kisah produktivitas. Tingkat produktivitas Indonesia relatif rendah dibandingkan negara-negara dan setelah krisis Asia, produktivitas kita tidak tumbuh secepat negara sebaya," ujar Staf Ahli Kementerian Badan Perencanan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Priambodo dalam Economic Outlook 2019, di Depok, Senin (12/11).

Baca juga: Presiden Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 2018 di Atas 5 Persen

Dalam investasi infrastruktur, stok infrastruktur Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan negara lain. Kabar baiknya adalah investasi infrastruktur yang pemerintah lakukan dalam beberapa tahun terakhir membantu, tetapi masih belum cukup.

Selama 5 tahun ke depan, perhitungan Bappenas menunjukkan bahwa reformasi struktural yang berkelanjutan memang diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di masa depan di atas 5,5%.

Untuk mencapai itu, Indonesia perlu investasi dalam sumber daya manusia, dan peningkatan investasi dan pertumbuhan produktivitas. Pemerintah perlu menghidupkan kembali sektor manufaktur dan fokus pada ekspor dengan mengatasi hambatan terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Selain itu ada masalah penting untuk lima tahun ke depan, era gangguan. Dalam pandangan kami, era disrupsi akan membawa lebih banyak peluang ke Indonesia. itu akan membantu kami dalam meningkatkan produktivitas, melalui inklusi, efisiensi, inovasi," tandasnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya