Pacu Semangat Menabung

Irene Harty
30/3/2015 00:00
Pacu Semangat Menabung
(ANTARA/INDRIANTO EKO SUWARSO)
SELAMA sepekan terakhir Otoritas Jasa Keuangan (OJK) gencar menyosialisasikan laku pandai, layanan keuangan perbankan tanpa kantor dalam rangka meningkatkan inklusi keuangan. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menjadi bank pertama yang meluncurkan program tersebut.

Wilayah Papua menjadi pilihan BRI untuk melaksanakan seremoni. Gubernur Papua Barat Lukas Enembe Klemen Tinal meyakini laku pandai dapat mendorong kembali semangat menabung sejak dini.

''Kemudahan akses layanan keuangan akan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat dan mendorong keinginan untuk menabung,'' ujar Lukas dalam peluncuran laku pandai melalui agen Bri Link di Lapangan SD YPPK Kristus Raja Dok V Jayapura, Papua Barat, Jumat (27/3).

Hal senada dikemukakan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad. Ia menambahkan, menabung melalui agen BRI Link, ujung tombak layanan laku pandai BRI, tidak sulit dan minim biaya.

Muliaman menyarankan sekolah-sekolah dan universitas memanfaatkan program tersebut. ''Untuk meningkatkan semangat menabung anak-anak kita seperti kita dulu. Ini juga jadi hal yang bisa membantu meningkatkan kesejahteraan mengentaskan rakyat dari kemiskinan.''

Program laku pandai, lanjut Muliman, juga merupakan terobosan cara mobilisasi dana masyarakat sehingga bisa masuk sistem perbankan untuk meningkatkan pembangunan. Program tersebut dapat diterapkan untuk memperluas akses perbankan ke semua daerah.

Salah satu agen BRI Link, Hamsinah, mengungkapkan pembuatan tabungan mudah. Calon nasabah hanya perlu mengisi formulir disertai fotokopi kartu tanda penduduk. ''Lalu tunggu dua sampai tiga hari, buku tabungan jadi.''

Hamsinah yang mendapatkan penghargaan sebagai agen BRI Link mengaku menjadi agen sejak tiga bulan terakhir. Ia memilih menjadi agen di domisilinya, yakni Kampung Nelayan Mandala Pantai.

Dua agen lainnya yang mendapatkan penghargaan ialah Sukarman Salim dan Lamane. Sukarman menyebut menjadi agen Bri Link menjanjikan.

Pada bulan pertama Sukarman mendapat 240 transaksi dan terus meningkat menjadi 295 transaksi di bulan kedua dan 406 transaksi di bulan ketiga. Transaksi terbanyak berupa transfer antarrekening, pembelian pulsa ponsel, dan tagian/pulsa litrik.

''Saya kenalkan dari pintu ke pintu. Saya bawa mesinnya (EDC). Saya bilang bisa bayar listrik dari sini. Kira-kira setengah bulan itu (mendatangi nasabah satu-satu),'' jelasnya.

Menyusul
Bank Mandiri memilih Pasar Burung, di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, sebagai tempat peluncuran pada hari berikutnya. Direktur Utama Bank Mandiri, Budi Gunawan Sadikin, menjelaskan laku pandai membuat pemasaran produk perbankan lebih efisien karena tidak perlu membangun kantor cabang.

Budi memperhatikan kebiasaan masyarakat di daerah yang jarang mengunjungi bank karena jaraknya yang jauh dan perlu persiapan.

''Biasanya yang datang ibu-ibu. Sudah banknya jauh, harus dandan dulu kalau mau ke bank. Dinilai repot. Sekarang dengan laku pandai bisa dengan dasteran saja datang ke warung terdekat yang sudah jadi agen, bisa langsung setor atau tarik tunai,'' kata Budi dalam sambutannya, Sabtu (28/3).(Put/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya