PELAKSANAAN earth hour mampu menurunkan beban listrik di Jakarta dan Jawa Barat hingga 184 megawatt (Mw).
"Pelanggan
di Jakarta dan Jawa Barat turut serta memadamkan lampu sejenak dalam
program earth hour. Meski hanya sejam, kegiatan itu mampu berpengaruh
pada penurunan beban pemakaian listrik pelanggan," ujar Manajer Senior
Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto dalam keterangan resmi yang
diterima Media Indonesia, kemarin.
Earth hour (jam bumi) ialah
sebuah kegiatan global yang diadakan World Wide Fund for Nature (WWF)
pada Sabtu terakhir Maret setiap tahunnya. Kegiatan itu berupa pemadaman
lampu yang tidak diperlukan di rumah dan perkantoran selama 1 jam untuk
meningkatkan kesadaran akan perlunya tindakan serius menghadapi
perubahan iklim.
Di Indonesia, program itu dilaksanakan pada Sabtu (28/3) pukul 20.30-21.30 WIB.
Bambang
memerinci beban listrik Jakarta hanya tercatat sebesar 3.322 Mw, turun
165 Mw jika dibandingkan dengan beban listrik Sabtu (14/3) pada jam yang
sama. Sementara itu, beban listrik di Jawa Barat tercatat 4.072 Mw atau
turun 19 Mw.
Akan tetapi, beban listrik Jawa-Madura-Bali
(Jamali) justru cenderung naik. Beban Jamali (28/3) mencapai 19.680 Mw,
atau naik 1,99% dibanding beban pada jam yang sama Sabtu (14/3) yang
sebesar 19.295 Mw.
Padahal, saat perayaan earth hour tahun lalu
beban listrik di Jamali turun sebesar 509 Mw."Kenaikan ini terpengaruh
oleh faktor cuaca. Pada saat perayaan earth hour di beberapa daerah
cuaca cukup panas sehingga mendorong orang untuk menyalakan pendingin
udara."
Bambang menyatakan PLN senantiasa mendorong pelanggan
untuk menggunakan listrik secara hemat sesuai dengan kebutuhan. Budaya
hemat energi ini tidak hanya saat perayaan earth hour, tetapi juga
menjadi budaya sehari-hari. (Jes/E-5)