Beban Listrik Jakarta dan Jabar Turun

30/3/2015 00:00
Beban Listrik Jakarta dan Jabar Turun
(MI/RAMDANI)
PELAKSANAAN earth hour mampu menurunkan beban listrik di Jakarta dan Jawa Barat hingga 184 megawatt (Mw).

"Pelanggan di Jakarta dan Jawa Barat turut serta memadamkan lampu sejenak dalam program earth hour. Meski hanya sejam, kegiatan itu mampu berpengaruh pada penurunan beban pemakaian listrik pelanggan," ujar Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto dalam keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, kemarin.

Earth hour (jam bumi) ialah sebuah kegiatan global yang diadakan World Wide Fund for Nature (WWF) pada Sabtu terakhir Maret setiap tahunnya. Kegiatan itu berupa pemadaman lampu yang tidak diperlukan di rumah dan perkantoran selama 1 jam untuk meningkatkan kesadaran akan perlunya tindakan serius menghadapi perubahan iklim.

Di Indonesia, program itu dilaksanakan pada Sabtu (28/3) pukul 20.30-21.30 WIB.

Bambang memerinci beban listrik Jakarta hanya tercatat sebesar 3.322 Mw, turun 165 Mw jika dibandingkan dengan beban listrik Sabtu (14/3) pada jam yang sama. Sementara itu, beban listrik di Jawa Barat tercatat 4.072 Mw atau turun 19 Mw.

Akan tetapi, beban listrik Jawa-Madura-Bali (Jamali) justru cenderung naik. Beban Jamali (28/3) mencapai 19.680 Mw, atau naik 1,99% dibanding beban pada jam yang sama Sabtu (14/3) yang sebesar 19.295 Mw.

Padahal, saat perayaan earth hour tahun lalu beban listrik di Jamali turun sebesar 509 Mw."Kenaikan ini terpengaruh oleh faktor cuaca. Pada saat perayaan earth hour di beberapa daerah cuaca cukup panas sehingga mendorong orang untuk menyalakan pendingin udara."

Bambang menyatakan PLN senantiasa mendorong pelanggan untuk menggunakan listrik secara hemat sesuai dengan kebutuhan. Budaya hemat energi ini tidak hanya saat perayaan earth hour, tetapi juga menjadi budaya sehari-hari. (Jes/E-5)




Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya