Simpan Uang Bisa di Warung

Putri Anisa Yuliani
30/3/2015 00:00
Simpan Uang Bisa di Warung
(Suasana launching Laku Pandai di Makassar--MI/Putri Anisa Yuliani)
SABTU siang (28/3) lalu bukan Sabtu biasa bagi Ngimi, 43. Pedagang baju keliling itu tiba di Pasar Burung yang terletak di belakang rumahnya. Ia menuju warung kelontong milik tetangganya di salah satu sudut pasar.

Ngimi datang tidak untuk berbelanja, tetapi untuk menabung. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Mandiri baru saja meluncurkan sistem layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif atau laku pandai di Makassar, Sulawesi Selatan.

Berkat laku pandai, kini Ngimi tidak perlu lagi ke kantor cabang bank untuk menabung, tetapi cukup datang ke warung milik tetangganya yang menjadi agen laku pandai. ''Hasil jualan kita kan sedikit. Jadi tidak ditabung di bank, disimpan saja. Sekarang menabung Rp5.000 pun tidak masalah.''

Hanya bermodalkan telepon seluler dengan nomor aktif serta memiliki pulsa dan kartu tanda penduduk (KTP) Ngimi bisa membuka rekening bank. Ngimi terlihat cukup kesulitan saat diminta memasukkan nomor pin rekening. Setelah berhasil, giliran buku tabungan ditanyakan oleh Ngimi. ''Saya mau bukung, ji (logat bahasa Bugis). Mana bukunya, ji?''

Wanita tersebut ingin tetap ada buku tabungan untuk bisa melihat saldo. Padahal, sistem laku pandai tidak secara otomatis memberikan buku tabungan kepada nasabahnya, sebab semua transaksi dilakukan melalui ponsel dengan nomor ponsel dijadikan sebagai nomor rekening. Saldo pun bisa dicek melalui ponsel.

Tetangga Ngimi yang juga agen laku pandai tempatnya membuka rekening, Mukhlis Jamaluddin, menjelaskan dengan sabar. Pria muda yang juga memiliki usaha warnet gim online itu mengatakan buku bank tidak diperlukan. Namun, buku bank pun tetap bisa diperoleh.

''Kalau Mama ingin cetak buku harus ke bank. Kasih punya KTP dan handphone-nya dibawa,'' kata Mukhlis kepada Ngimi.

Mukhlis mengaku baru satu bulan menjadi agen laku pandai dan baru 20 orang nasabah yang membuka rekening Bank Mandiri melalui dirinya. Ia senang menjadi agen meski harus ekstra sabar menjelaskan sistem laku pandai kepada calon nasabah.(E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya