Pemerintah Terus Dorong Produk UKM Masuk Pasar Internasional

Nur Aivanni
07/11/2018 20:25
Pemerintah Terus Dorong Produk UKM Masuk Pasar Internasional
(ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

PEMERINTAH terus mendorong produk-produk usaha kecil menengah (UKM) untuk masuk ke pasar internasional. Asisten Deputi Pertanian dan Perkebunan Kementerian Koperasi dan UKM RI Victoria Simanungkalit mengatakan ada sejumlah hal yang dilakukan pihaknya agar UKM bisa mengekspor produk-produknya.

Pertama, katanya, pemerintah mendorong UKM yang mempunyai produk potensial ekspor melalui pameran di luar negeri. Sayangnya, kata Victoria, anggaran pemerintah untuk pameran mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

"Anggaran pemerintah untuk pameran menurun dari tahun ke tahun, tapi devisa yang masuk justru meningkat," katanya dalam diskusi yang bertema potensi ekspor di tengah pelemahan Rupiah, di Puri Denpasar Hotel, Jakarta, Rabu (7/11).

Berdasarkan data yang diterima, pagu anggaran untuk pameran luar negeri pada tahun 2017 sebesar Rp5,3 miliar dengan kontribusi terhadap devisa negara sebesar 12 kali lipat, yakni Rp 64,14 miliar. Sementara, pagu anggaran untuk pameran luar negeri pada tahun 2018 sebesar Rp2,1 miliar dengan kontribusi terhadap devisa negara sebesar 30 kali lipat, yakni Rp64,99 miliar.

"Itu artinya pameran ini punya potensi. Ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pemerintah harus bisa jeli melihat pasar sasaran, tidak lagi terpaku ke pasar-pasar tradisional, sebagaimana Presiden yang mendorong untuk melihat pasar-pasar baru," katanya.

Selain itu, pihaknya juga terus mengoptimalkan market intelligence. Dengan begitu, UKM bisa mengakses informasi yang akurat mengenai pasar global. Tak hanya itu, pihaknya juga bekerja sama dengan market place yang ada agar produk-produk UKM bisa masuk ke pasar global.

Langkah lainnya, kata dia, pemerintah kini sedang mendorong kampung UKM digital. Hal itu dilakukan karena produk-produk di desa masih kurang sentuhan dan inovasi teknologi. Dengan kampung UKM digital tersebut, terangnya, produk di desa bisa diproses menjadi produk lebih lanjut yang memberikan nilai tambah. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya