Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNA Mengurangi polusi dan ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM), pemerintah berupaya mengembangkan kendaraan listrik, baik roda empat maupun dua. Bahkan, untuk motor, tahun depan sudah akan diproduksi massal.
“Insya Allah produksi massal dilakukan pada Januari. Barang ini sudah diuji tes semuanya,” kata Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti) M Nasir dalam laporannya saat bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, kemarin.
Presiden Joko Widodo bahkan sempat menjajal sepeda motor listrik nasional dengan merek Garansindo Electric Scooter ITS (Gesits) tersebut. Presiden meyakini kendaraan buatan anak bangsa itu akan diterima pasar jika kompetitif dari segi harga dan keunggulan apabila dibandingkan dengan yang konvensional.
“Selain itu, produk ini bila diluncurkan akan membuat konsumen punya banyak pilihan,” kata Presiden Jokowi seusai mencoba sepeda motor listrik Gesits merah di halaman belakang Istana Merdeka.
Kepala Negara mengatakan motor listrik hasil kolaborasi PT Gesits Technologies Indo (GTI) dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya itu bisa menempuh 70 kilometer untuk sekali isi baterai dengan hanya memakan waktu 3 jam.
“Saya kemarin lihat di pameran motor 8 jam (pengisian). Ini saya kaget bisa 3 jam untuk 70 kilometer,” katanya. Kepala Negara mengatakan produksi sepeda motor Gesits itu bisa mencapai 60 ribu unit per tahun atau 5.000 per bulan.
Ketika ditanya harga oleh wartawan, Presiden langsung bertanya kepada pihak produsen. “Itu urusan industri,” katanya.
Saat itu Presiden juga menyatakan akan menjadi orang yang pertama kali membeli jika motor listrik itu sudah diproduksi dan dijual ke pasaran. “Ini kalau sudah diproduksi, saya pembeli pertama. Saya akan beli 100,” ucap Presiden.
Pemerintah juga tengah mengembangkan mobil listrik dengan melibatkan enam perguruan tinggi negeri. Mereka ialah Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada, Universitas Sebelas Maret (UNS), ITS, dan Universitas Udayana.
Dari hasil studi dan riset awal, mobil listrik dinilai mampu menghemat energi hingga 80% ketimbang mobil konvensional yang menggunakan BBM. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan riset dan studi pada tahap pertama ini merupakan laporan dari tiga perguruan tinggi, yakni ITB, UI, dan UGM. Tahap kedua akan dilakukan UNS, ITS, dan Universitas Udayana yang ditargetkan rampung pada Januari 2019. (Pol/E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved