Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BELT Road Initiative (BRI) adalah kebijakan politik ekonomi luar negeri Tiongkok yang digagas oleh Presiden Xi Jinping pada September 2013 silam. Sejak BRI dicanangkan, Tiongkok langsung fokus membangun infrastruktur. Ini terlihat nyata di kota Nanning dan Chongqing yang dikunjungi Media Indonesia.
Di kota Nanning yang dijuluki Green City of China, pembangunan jalan terus digenjot. Contohnya jalan bebas hambatan menuju Qinzhou yang harus ditempuh 2,5 jam dari Nanning. Kondisi jalan tampak belum 100% selesai. Masih ada beberapa lajur yang belum rampung di beberapa area, sehingga pengendara perlu lebih berhati-hati.Pasalnya, bila ada lima lajur searah lalu separuhnya sedang dalam proses pembuatan, otomatis lajur yang tersisa harus dipakai untuk kendaraan dua arah.
Kondisi jalan tol yang lebar (masing-masing lima jalur) dapat dilalui dengan nyaman. Ini bisa dibuktikan dari bus yang Media Indonesia tumpangi dalam kondisi tanpa mengalami goncangan. Pemandangan kiri dan kanan jalan pun tampak menyegarkan mata karena disuguhi banyaknya pepohonan yang tinggi. Selain itu, rimbunnya tanaman yang tumbuh di tengah-tengah jalan (pemisah jalur) ikut mempercantik jalan. Tanaman perdu tampak terawat dengan apik dan rapi.
Kondisi jalan yang mulus tak hanya di dalam kota atau jalan tol saja. Hal serupa juga ditemui bila melewati Qinzhou Free Trade Port Area.
Di kota Chongqing pun tak berbeda. Untuk mendukung suksesnya BRI, pemerintah Tiongkok benar-benar serius membangun infrastruktur. Sebagai kota penghasil produk komputer dan laptop terbesar kedua setelah Shenzhen, pembangunan jalan di Chongqing terus dilakukan. Tak hanya jalan di dalam kota, tapi juga ke luar kota.
Sebanyak 76% tanah di sini dipenuhi oleh gunung dan bukit. Maka untuk menyiasatinya, jalan harus dibangun melayang. Bahkan ada jalan layang yang terlihat bertumpuk dan bersilangan karena ada kira-kira lima jalan layang yang dibangun berdekatan.
"GPS tidak bisa diandalkan saat berada di area tersebut, sehingga kita harus benar-benar mengerti arah jalan agar tidak kesasar," kata Li Yi, pemandu wisata, Rabu (7/11) waktu setempat.
Selain itu, ada juga beberapa jalan yang dibuat dengan cara 'melubangi' bukit atau gunung. Ini berarti kita melewati terowongan yang panjangnya berbeda-beda.
Namun, hampir semua kondisi jalannya mulus, khususnya jalan yang baru dibangun. Kondisi alam Chonqing yang berbukit dan banyak gunung tak menjadi alangan dalam membangun infrastruktur. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah Tiongkok untuk mensukseskan BRI.
Presentasi yang Memukau
Keseriusan pemerintah Tiongkok dalam mewujudkan tercapainya BRI dibuktikan dari presentasi yang ditunjukkan. Para jurnalis dari berbagai media dan cendekiawan dari Indonesia dibuat kagum dengan cara pemerintah Tiongkok mempresentasikan segala hal yang berkaitan dengan BRI.
Presentasinya memakai gabungan antara power point dan video atraktif yang dilengkapi dengan maket. Adapun maketnya disesuaikan dengan wilayah dan fungsinya. Sebagai contoh, wilayah Chongqing didominasi oleh gunung dan bukit, maka maketnya menggambarkan dengan jelas keberadaan dan wujud gunung, bukit, dan sungai Yangtze yang terkenal. Ukuran maket pun beragam. Ada yang sekitar 6x6 meter dan ada yang mencapai lebih dari 10x10 meter.
Maket tersebut menampilkan miniatur bangunan yang sudah rampung atau pabrik yang sudah beroperasi hingga rencana gedung sekolah, perkantoran, dan hunian yang belum didirikan. Ini semua dilengkapi dengan lampu warna-warni yang membedakan antara komplek gedung satu dengan lainnya. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved