Importir Harus Ambil Kesempatan Saat Dolar Melemah

Fetry Wuryasti
07/11/2018 17:08
Importir Harus Ambil Kesempatan Saat Dolar Melemah
(ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

PENGUATAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS)  terus terjadi. Rupanya memang dolar AS melemah terhadap mata uang lainnya. US dollar index atau indeks dolar AS tertahan di posisi 96,3 akibat pemilu sela di AS. Pengamat ekonomi Indef Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan efek pemilu AS ini menimbulkan spekulasi para investor terkait kemenangan Partai Demokrat.

"Hal ini berimbas pada prospek stimulus fiskal pajak Trump yg terhambat," ujar Bhima di Jakarta, Rabu (7/11)

Baca juga: Rupiah Kembali Menguat Didukung Keyakinan Stabilitas Ekonomi

Faktor global lain yang meniupkan angin segar ke rupiah adalah rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Tiongkok Xi Jin Ping di forum G20 meredakan suasana perang dagang. Sebelumnya, Trump memerintahkan kabinet AS untuk membuat draf kesepakatan dagang atau draf trade deal dengan Tiongkok.

Per hari ini, Rabu (7/11), pembelian bersih di pasar modal Indonesia  tercatat senilai Rp738 miliar atau Rp5,06 triliun dalam seminggu terakhir. Yang perlu dimanfaatkan adalah mendorong perusahaan yang memiliki beban bahan baku impor untuk melakukan pembelian lebih awal mumpung biaya impor sedikit turun.

"Ini momentum bagus untuk menyimpan stok lebih banyak di gudang. Karena tidak ada yg bisa menebak sampai kapan penguatan rupiah berlanjut," tandasnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya